Pojok MPR-RI

HNW: Kiprah Generasi Muda Islam Indonesia Menjadi Bagian Solusi Masalah Bangsa

Kiprah dan peran generasi muda Islam Indonesia saat ini bagi  bangsa dan negara harus lebih baik dari  generasi muda Islam Indonesia di era perjuangan dahulu.

Oleh:
RED
Bacaan 2 Menit
Foto: Humas MPR
Foto: Humas MPR

Wakil Ketua MPR  Hidayat Nur Wahid  (HNW) mengapresiasi dan mendukung rencana generasi muda Islam Indonesia yang tergabung dalam organisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang akan terlibat langsung menjadi relawan memantau dan mengawasi pelaksanaan pemilu 2019. Pernyataan  tersebut diungkapkan HNW usai mendengar langsung dari Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) KAMMI Irfan Ahmad Fauzi.

 

“Saya sangat apresiasi dan dukung rencana tersebut, dan memang inilah harapan kita semua kiprah generasi muda mahasiswa Islam yang tidak hanya teori tapi aksi dan menjadi bagian dari solusi permasalahan bangsa,” ujarnya dalam acara audiensi delegasi PP KAMMI, di ruang kerja Wakil Ketua MPR  di Gedung Nusantara III, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (27/12/2018).

 

Kiprah positif generasi muda Islam Indonesia KAMMI tersebut, menurut HNW, juga untuk menjawab berbagai kesalahpahaman tentang Islam seperti radikal, non NKRI, non pancasila dan lainnya. Menurutnya kiprah KAMMI sebagai generasi muda Islam Indonesia yang positif. Seperti menjadi relawan bersama elemen masyarakat, elemen pemuda berbeda agama dan suku lainnya terjun  ke lokasi bencana Tsunami yang memporak porandakan wilayah pesisir Banten, Jawa Barat.  

 

"Hal-hal baik seperti itu harus diperhatikan generasi muda Islam Indonesia sebab jika diam saja maka kesalahpahaman-kesalahpahaman tentang Islam akan terus ada,” katanya.

 

HNW juga mengingatkan hal tersebut sangat penting. Kiprah dan peran generasi muda Islam Indonesia saat ini untuk bangsa dan negara harus lebih baik dari kiprah dan peran para generasi muda Islam Indonesia di era perjuangan dahulu. Dia menegaskan  peran KAMMI mengawasi dan memantau pemilu 2019  merupakan bagian dalam menyukseskan pemilu 2019. Setidaknya memastikan pemilu berjalan demokratis dan  mengarah ke demokrasi proporsional.

 

"Demokrasi suara terbanyak yang tidak lagi mengenal dikotomi mayoritas minoritas. Jika memang dalam kompetisi demokrasi seperti pemilu elemen mayoritas menang, bukan berarti rekayasa politisasi elemen tertentu sehingga menjadi menang,” tandasnya.

Tags:

Berita Terkait