In-House Counsel Perlu dalami Hak Konstitusional Korporasi
Terbaru

In-House Counsel Perlu dalami Hak Konstitusional Korporasi

Profesi in-house counsel sebagai penasihat hukum internal perusahaan penting memahami hak konstitusional berkaitan kepentingan perusahaan.

Willa Wahyuni
Bacaan 3 Menit

Ia melihatnya sebagai suatu perkembangan baru. Di sisi lain, hal ini menjadi tugas baru bagi in-house counsel. Penting sebagai penasihat hukum internal perusahaan untuk memahami tentang hak konstitusional warga negara khususnya yang berkaitan dengan perusahaan.

Merujuk pada legal standing di Peraturan Mahkamah Konstitusi No.2 Tahun 2021 tentang tata Beracara dalam Perkara Pengujian Undang-Undang, pemohon tidak hanya individu tetapi juga badan hukum seperti perusahaan. Arsul melanjutkan, putusan yang paling banyak diputus terkait hal ini adalah kebijakan yang merugikan perusahaan seperti soal perpajakan. Ia melihat sejumlah putusan Mahkamah Konstitusi punya titik taut dengan kepentingan bisnis.

Di sisi lain, banyak pemohon yang tidak sungguh memahami undang-undang yang diuji, termasuk penasihat hukum internal perusahaan atau para advokat yang maju menjadi kuasa pemohon. Arsul menyayangkan hal ini.

“Itulah pentingnya organisasi profesi seperti ICCA ini terus ada dan aktif. Terus terang jangankan organisasi seperti ICCA, teman-teman advokat saja masih kurang. Nanti ributnya kalau sudah final touch seperti KUHP,” katanya. Ia berharap organisasi profesi seperti ICCA bisa proaktif memberikan masukan kepada pembentuk undang-undang melalui rapat dengar pendapat umum.

Forum organisasi profesi seperti ICCA dapat dimanfaatkan untuk meneguhkan demokrasi dalam legislasi. “Mari manfaatkan forum ini, karena ke depan ICCA ini masih akan diperlukan. Intinya korporasi sebagai warga negara punya hak konstitusional yang di kemudian hari dapat mengajukan permohonan pengujian undang-undang ketika merasa itu perlu dan berkepentingan,” ujar Arsul menegaskan.

Arsul mengimbau agar in-house counsel memahami prinsip-prinsip di perusahaan secara mendalam. Meski perusahaan kerap menyewa jasa law firm yang akan membantu, jauh lebih baik jika in-house counsel juga memahami sendiri persoalan kepentingan perusahaan terhadap hak konstitusional. Arsul yang pernah memimpin ICCA mengajak para anggota yang hadir untuk menjadikan organisasi ini wadah memperjuangkan kepentingan korporasi dan publik.

Tags:

Berita Terkait