Update KPU, Jumlah Caleg Mantan Napi Koruptor Bertambah 32 Orang
Berita

Update KPU, Jumlah Caleg Mantan Napi Koruptor Bertambah 32 Orang

Ada 9 orang calon anggota DPD yang pernah dihukum dalam kasus korupsi.

Moh. Dani Pratama Huzaini
Bacaan 2 Menit

 

Dengan demikian secara berturut-turut partai penyumbang calon anggota legislatif dari urutan terbanyak hiangga yang paling sedikit adalah, Partai Hanura dengan 11 orang caleg mantan napi korupt; Partai Golkar dan Partai Demokrat sebanyak 10 orang mantan napi koruptor; Partai Berkarya sebanyak 7 orang caleg mantan napi koruptor; PAN dan Gerindra sebanyak 6 orang caleg mantan napi korputor.

 

(Baca juga: Pencabutan Hak Politik Calon Pejabat Publik di Momentum Pemilu)

 

Kemudian Partai Perindo dan PKPI sebanyak 4 orang caleg mantan napi korutor; PPP dan PBB sebanyak 3 orang caleg; PKB, Partai Garuda, dan PKS menyumbang 2 orang caleg mantan narapidana korupsi; sementara Partai nasdem dan PSI hingga saat ini tidak tercatat sebagai partai penyumbang caleg mantan narapidana kasus korupsi.

 

Untuk caleg DPD, secara keseluruhan berjumlah 9 orang. Daerah pemilihannya antara lain, 1 orang caleg DPD di dapil Aceh, 1 orang di dapil Sumatera Utara, 1 orang di dapil Bangka Belitung, 1 orang di dapil Sumatera Selatan, 1 orang di dapil Kalimantan Tengah, 3 orang Sulawesi Tenggara, dan 1 orang di Sulawesi Utara. Berikut nama-nama caleg eks koruptor berdasarkan laporan KPU per 19 Ferbruari 2019.

 

Partai Hanura

1. Muhammad Asril Ahmad (DPRD Provinsi Maluku Utara 3, nomor urut 4)

2. Rachmad Santoso (DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara 1, nomor urut 1)

3. Darjis (DPRD Kabupaten Ogan Ilir 4, nomor urut 1)

4. Andi Wahyudi Entong (DPRD Kabupaten Pinrang 1, nomor urut 1)

5. Hasanudin (DPRD Kabupaten Banjarnegara 5, nomor urut 1)

6. Bonar Zeitsel Ambarita  (DPRD Kabupaten Simalungun 4, nomor urut 9)

Partai Demokrat

1. Firdaus Djailani (DPRD Provinsi Bengkulu 5, nomor urut 1)

2. Farit Wijaya (DPRD Kabupaten Pesisit Barat 2, nomor urut 6)

3. Imam Subandi (DPRD Kabupaten Ogan Komering Ilir 4, nomor urut 6)

4. Syamsudin Olii (DPRD Kabupaten Bolaang Mangondo Utara 1, nomor urut 6)

5. Rahmanuddin (DPRD Kabupaten Luwu Utara 1, nomor urut 7)

6. Polman (DPRD Kabupaten Simalungun 4, nomor urut 4)

Partai Berkarya

1. Muhlis (DPRD Provinsi Sulawesi Selatan 3, nomor urut 8)

2. Zambri (DPRD Kabupaten Pasaman Barat 1, nomor urut 4)

3. Djekmon Amisi (DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud 3, nomor urut 2)

PPP

1. Emil Silfan (DPRD Kabupaten Musi Banyuasin 4, nomor urut 2)

2. Ujang Hasan (DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah 1, nomor urut 2)

3. Rommy Krishna (DPRD Kabupaten Lubuklinggau 3, nomor urut 2)

Golkar

1. Achmad Junaidi Sunardi (DPRD Provinsi Lampung 7, nomor urut 4)

2. Christofel Wonatorei (DPRD Kabupaten Waropen 1, nomor urut 6)

PDIP

1. Mat Muhizar (DPRD Kabupaten Pesisir Barat 3, nomor urut 2)

Perindo

1. Andi Gunawan (DPRD Kabupaten Lampung Timur 1, nomor urut 1)

2. Ramadhan Umasangaji (DPRD Kota Pare-pare 1, nomor urut 2)

PKPI

1. Raja Zulhindra (DPRD Kabupaten Indragiri Hulu 1, nomor urut 10)

2. Yuridis (DPRD Kabupaten Indragiri Hulu 3, nomor urut 6)

PAN

1. Bonanza Kesuma (DPRD Provinsi Lampung 7, nomor urut 7)

2. Firdaus Obrini (DPRD Kota Pagar Alam 2, nomor urut 9)

PAN

1. Bonanza Kesuma (DPRD Provinsi Lampung 7, nomor urut 7)

2. Firdaus Obrini (DPRD Kota Pagar Alam 2, nomor urut 9)

PKB

1. Usman Effendi  (DPRD Kabupaten Pesawaran 2, nomor urut 8)

2. EU K. Lenta (DPRD Kabupaten Morowali Utara 1, nomor urut 9)

PBB

1. Sahlan Sirad (DPRD Provinsi Bengkulu 5, nomor urut 1)

2. Syaifullah  (DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 1, nomor urut 1)

PKS

1. Muhammad Zen (DPRD Kabupaten Okut Timur 1, nomor urut 2)

Tags:

Berita Terkait