Kementerian Investasi Terbitkan 1,5 Juta NIB, Mayoritas UMK
Kementerian Investasi Terbitkan 1,5 Juta NIB, Mayoritas UMK
Terbaru

Kementerian Investasi Terbitkan 1,5 Juta NIB, Mayoritas UMK

Sebanyak 1,5 juta NIB itu diterbitkan melalui platform Online Single Submission (OSS) berbasis risiko yang resmi diluncurkan pada Agustus 2021 lalu, sebagai implementasi UU Cipta Kerja.

Oleh:
Fitri Novia Heriani
Bacaan 2 Menit
Kementerian Investasi Terbitkan 1,5 Juta NIB, Mayoritas UMK
Hukumonline

Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan telah menerbitkan sebanyak 1,5 juta nomor induk berusaha (NIB) kepada pelaku Usaha. Dari total tersebut, sebanyak 98 persen merupakan pelaku usaha mikro dan kecil (UMK).

Staf Khusus Bidang Hubungan Daerah Kementerian Investasi/BKPM Tina Talisa kepada wartawan di Solo, Jawa Tengah, Selasa, (5/7), mengatakan bahwa sebanyak 1,5 juta NIB itu diterbitkan melalui platform Online Single Submission (OSS) berbasis risiko yang resmi diluncurkan pada Agustus 2021 lalu, sebagai implementasi UU Cipta Kerja.

“OSS Berbasis Risiko secara resmi diluncurkan Pak Presiden (Joko Widodo) pada 9 Agustus2021, artinya sudah hampir setahun. Data kami per tanggal 2 Juli 2022 itu sudah hampir 1,5 juta NIB (diterbitkan), dan dominasinya 98 persen adalah pelaku usaha mikro dan kecil,” katanya.

Baca Juga:

Tina menuturkan data penerbitan NIB sejalan dengan data Kementerian Koperasi UKM yang menyebutkan bahwa unit usaha di Indonesia didominasi oleh pelaku UMKM dengan total sebanyak 65 juta UMKM.

Namun, menurut mantan presenter itu, jumlah pelaku UMK yang telah mendapatkan NIB masih jauh dari total pelaku usaha yang ada. Secara rinci, dari platform OSS yang telah digunakan sejak 2018, Kementerian Investasi/BKPM telah menerbitkan sebanyak 4 juta NIB. Sementara dari OSS Berbasis Risiko, NIB yang diterbitkan mencapai 1,5 juta NIB.

“Berarti kalau ditotalkan, baru sekitar 5,5 juta NIB. Kalau 98 persennya adalah pelaku UMK, berarti masih sekitar 5 juta UMK, artinya ada 60 juta UMK lain yang belum punya NIB,” katanya.

Halaman Selanjutnya:
Tags:

Berita Terkait