Kiprah Aghasar Law Firm Merintis di Tengah Badai Pandemi Covid-19
Utama

Kiprah Aghasar Law Firm Merintis di Tengah Badai Pandemi Covid-19

Berjejaring menjadi kunci dalam mendirikan kantor hukum.

Mochamad Januar Rizki
Bacaan 3 Menit

Selain itu, Aghasar Law Firm berpengalaman menangani kasus-kasus besar yang menarik perhatian publik dan berbagai kasus lainnya. Kantor hukum Aghasar Law Firm didukung oleh para pengacara dan konsultan hukum lulusan universitas terkemuka di Indonesia dan memiliki kompetensi tinggi di bidangnya masing-masing.

Sebelum mendirikan kantor hukum tersebut, Aghasar merupakan lawyer berpengalaman tingkat nasional dan pernah berkarir sekitar tiga belas tahun pada suatu kantor hukum besar di Jakarta. Pengalaman karirnya tersebut memberi motivasi dirinya mendirikan kantor hukum sendiri.

”Saya keluar dari kantor hukum lama pasti ada worry, ibaratnya kolam di sana sangat besar. Dan saya bisa dibilang naganya di kantor itu. Namun, dengan ikhtiar dan izin ibu dan istri saya jalan (mendirikan Agashar Law Firm, -red),” cerita Aghasar

Kantor hukum besutannya itu memang sengaja tidak berpartner. Menurutnya, kondisi demikian lebih mudah dalam beroperasi. Selain itu, budaya kerja egaliter menjadi karakter yang dibangun Aghasar pada kantor hukumnya. Sepertihalnya budaya kerja kekeluargaan yang terus dibiasakan bagi tim di kantor hukum Aghasar Law Firm

”Saya ajarkan kepada tim bahwa tidak setiap hari semua bisa sehat, bersidang dan selesaikan kasus-kasus di kantor ini. Saat sakit harus menyiapkan orang yang bisa mem-backup kerjaan. Jadi di kantor ini sampai top leader harus mengetahui. Misalnya, drafting harus di-acc oleh top leader. Sehingga, tim ini kerjanya bersama walaupun PIC dibeda-bedakan,” ujarnya.

Selain keluarga, salah satu tokoh yang menjadi mentor dan inspirasi Aghasar dalam berkarir yaitu Rudy Alfonso, lawyer sekaligus Duta Besar RI untuk negara Portugal. Agashar ingat betul pesan yang terus terpatri dalam ingatannya. ”Dia (Rudy Alfonso, -red) menyampaikan agar kepada saya jika ada tembok di depan jangan ditabrak, tapi cari jalan lain apakah itu memanjat atau lewat samping. Kalau ditabrak maka rusak kita,” katanya.

Bagi Aghasar, filosofi tersebut mengajarkan kepadanya untuk mencari berbagai cara atau jalan lain yang sesuai koridor hukum saat menangani klien. Selain itu, Rudy yang notabene advokat senior itu juga yang mengajarkan Aghasar untuk berani mengambil keputusan mendirikan kantor hukum sendiri.

Tags:

Berita Terkait