Berita

Komnas Tagih Aksi Nyata Pemerintah Hapus Derita Jugun Ianfu

Akui Jugun Ianfu sebagai korban bukan aib bangsa, penderitaan sejumlah wanita uzur sedikit terkikis.

Oleh:
Inu
Bacaan 2 Menit
Komnas HAM tagih aksi nyata pemerintah hapus derita Jugun <br> Ianfu, Foto: Sgp
Komnas HAM tagih aksi nyata pemerintah hapus derita Jugun <br> Ianfu, Foto: Sgp

Sakit hati masih dirasakan dan membebani Nenek Emi selama puluhan tahun, hingga kini. Perjuangan untuk melepaskannya tak kurang keras dilakukan wanita yang hampir berusia 90 tahun itu untuk mencari keadilan.

 

Jikalau perhatian masih tersisa dalam diri para pejabat pemerintahan, dia memohon beban yang tak kuat lagi dipanggul tubuh rentanya itu diangkat jauh-jauh dari dirinya. “Saya masih sakit hati jika mengingat kejadian yang menimpa saya,” ungkapnya sambil mengurut dada dan mata tampak berkaca-kaca menahan air mata agar tak jatuh ke pipi keriputnya.

 

Hal itu dia katakan seusai konferensi pers memperingati Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan Internasional, -diperingati setiap 25 November 2010-, di kantor Komnas HAM, Jakarta, Kamis (24/11).

 

Wanita yang haus keadilan itu menyesah tubuh sepuhnya dari Cimahi ke Jakarta. Karena Komnas HAM menelepon dirinya untuk memberitahukan adanya pertemuan antara Komnas dengan berbagai instansi guna membuka lagi upaya menolong Jugun Ianfu lepas dari stigma negatif dari masyarakat.

 

Wanita yang tinggal di Cimahi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat itu adalah sekian dari puluhan ribu wanita Indonesia yang dipaksa menjadi pemuas nafsu tentara Jepang kala menjajah indonesia. Hasil penelusuran Jaringan Advokasi Jugun Ianfu (JAJI) ditemukan, ada sekitar 2.500 wanita di daerah Yogyakarta dan sekitarnya dijadikan Jugun Ianfu. Sekitar 20 ribu wanita yang diketahui JAJI berada di Bandung dan sektarnya.

 

Sakit hati yang dia pendam membuat dirinya trauma untuk menceritakan kembali masa kelam dalam sejarah hidupnya. Bahkan, masa kelam itu sulit pupus, karena sebutan tak pantas masih dia terima dari orang-orang di sekitarnya. Mulai dari pemuas nafsu hingga penjaja seks masih dia dengar dari orang-orang di sekitarnya.

 

Sejatinya, beban yang melanda diri Emi dan para mantan Jugun Ianfu yang masih hidup akan sedikit terangkat. Manakala pemerintah mengakui bahwa Jugun Ianfu adalah fakta sejarah kelam kala Indonesia dijajah Kekaisaran Jepang.

Halaman Selanjutnya:
Tags: