Berita

Korupsi Justru Jadi Penghambat Investasi

Penegakan hukum pidana korupsi akan bergeser ke ranah administrasi.

Oleh:
Aji Prasetyo
Bacaan 2 Menit

Investasi tinggi

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan akibat korupsi, iklim investasi menjadi tidak sehat. Karena itu, upaya penindakan secara tegas dan tanpa pandang bulu dinilai menjadi senjata untuk mendatangkan investasi dan praktik bisnis yang baik. Oleh karenanya pemerintah akan terus berusaha memastikan tidak ada lagi permintaan uang secara ilegal.

Suahasil berpendapat salah satu yang menghambat investor untuk menanamkan modal di Indonesia ialah persoalan korupsi atau ekses biaya tinggi dari aktivitas tidak resmi ketika ingin berbisnis. Investor biasanya akan berpikir ulang untuk berinvestasi di Indonesia dan membandingkan biaya investasi dengan negara lain. "Untuk iklim investasi harus dipastikan tidak ada hal-hal yang di luar ketentuan. Kalau itu terjadi, investor akan pikir ulang lantaran mereka mengalokasikan biaya tidak resmi," ujarnya.

(Baca juga: Investor di Sektor Usaha Pertambangan Diingatkan Taat Hukum).

Pengamat Ekonomi Faisal Basri menilai pertumbuhan investasi di Indonesia justru mengarah positif dan terus meningkat. Bahkan posisinya lebih tinggi dari negara berpenghasilan tinggi maupun negara berpenghasilan rendah. "Ini investment share GDP (Gross Domestic Produk) kita lebih tinggi 32,3%. Itu lebih tinggi dari negara upper middle income dan low middle income. Di era pak Jokowi naik terus investasinya," kata Faisal.

Ia menjelaskan pertumbuhan investasi di Indonesia lebih tinggi dari negara-negara seperti Afrika Selatan, Malaysia, dan Brazil. Bahkan, pertumbuhan investasi di Indonesia sudah lebih tinggi dari China yang saat ini menjadi salah satu negara yang dipandang tingkat ekonominya.

"Indonesia itu lebih tinggi growth Investment-nya daripada Afrika Selatan, Malaysia, dan Brazil. Bahkan sekarang sudah lebih tinggi dari China. Role investment kita hanya lebih rendah dari India dan Vietnam. Jadi tidak jelek Investment. Siapa yang bilang Investasi di Indonesia jelek?," ujarnya.

Tags:

Berita Terkait