Kultur Kerja di Firma Hukum, Antara Deadline dan Work Life Balance
Utama

Kultur Kerja di Firma Hukum, Antara Deadline dan Work Life Balance

Beban kerja lawyer dengan tenggat waktu ketat tidak terhindari, sehingga lembur menjadi pilihan favorit. Tapi, selama lawyer bisa manajemen waktu yang baik, bukan mustahil keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi bisa tercapai.

Ferinda K Fachri
Bacaan 3 Menit
Managing Partner Frans & Setiawan Law Office Hendra Setiawan; Managing Partner ARFP Lawyers Ricky H. Hutasoit (kiri); Senior Associate Nindyo & Associates R. R. Ratri H (tengah) bersama perwakilan firma hukum lain saat Hukumonline Power Lunch with Practice Leaders.
Managing Partner Frans & Setiawan Law Office Hendra Setiawan; Managing Partner ARFP Lawyers Ricky H. Hutasoit (kiri); Senior Associate Nindyo & Associates R. R. Ratri H (tengah) bersama perwakilan firma hukum lain saat Hukumonline Power Lunch with Practice Leaders.

Setiap profesi memiliki plus-minus tersendiri, sama halnya dengan lawyer yang bekerja di sebuah firma hukum. Menjaga work life balance nampaknya menjadi isu semakin sering dibahas kalangan lawyer. Pasalnya, beban kerja dan tenggat waktu yang ketat membuat banyak lawyer cenderung abai menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadinya. Lantas, bagaimana upaya firma hukum di Indonesia dalam menjaga work life balance para lawyernya agar tetap produktif dalam pekerjaan?

“Kalau di firma kami memang mengedepankan work-life balance. Kami mendorong Associate menyelesaikan pekerjaan mereka itu sesuai dengan waktunya, sehingga tidak usah lembur. Kami dorong agar kalau bisa jam 5 atau 6 sudah pulang,” ujar Managing Partner Frans & Setiawan Law Office, Hendra Setiawan di sela acara Hukumonline Power Lunch with Practice Leaders, Selasa (11/6/2024) di Jakarta.

Baca Juga:

Menurutnya, work life balance menjadi hal yang penting digalakkan mengingat tuntutan pekerjaan yang besar dalam profesi lawyer. Dengan adanya keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi lawyer, maka dapat mendorong lawyer lebih produktif dan memberikan layanan terbaik terhadap klien-klien yang ditangani.

Meski Hendra tidak menampik akan pekerjaan yang tetap harus didahulukan, tetapi berdasarkan pengalamannya pribadi antara deadline pekerjaan dengan work life balance dapat dicapai sepanjang lawyer yang bersangkutan pandai melakukan manajemen waktu. Di Frans & Setiawan Law Office, lawyer diimbau agar menuntaskan pekerjaan tepat waktu agar menghindari lembur dan mengadakan acara gathering untuk rekreasi para lawyers.

Senada, Ricky Hasiholan Hutasoit yang merupakan Managing Partner dan Head of Capital Market Practice Group ARFP Lawyers dalam kesempatan sama, menuturkan pihaknya juga seringkali mengingatkan lawyer supaya menghindari lembur sebisa mungkin. Dengan catatan, diharapkan tetap meluangkan waktu untuk melayani pertanyaan klien yang bisa muncul sewaktu-waktu.

“Karena kita service provider jadi klien tidak bisa ditelantarkan begitu saja. Saya juga waktu malam pun selama masih bangun ya saya balas. Tak bisa dipungkiri work life balance itu sangat penting untuk lawyer. Kalau work life balance tidak terpenuhi pasti ada psychological effect yang buruk ketika kita memberikan service kita,” terang Ricky.

Halaman Selanjutnya:
Tags:

Berita Terkait