Pojok MPR-RI

Masyarakat Diminta Cerdas Hadapi Info Hoax

Informasi hoax bertujuan mendiskreditkan kelompok tertentu, dan memecah belah.

Oleh:
RED
Bacaan 2 Menit
Foto: Humas MPR
Foto: Humas MPR

Wakil Ketua MPR Mahyudin  berharap masyarakat tidak gampang terpancing dan  waspada  dengan informasi hoax. Sebab, jelang pilpres 2019, makin banyak informasi  hoax  yang bertebaran di dunia media sosial (medsos).Menurutnya informasi hoax  bertujuan mendiskreditkan kelompok tertentu, dan memecah belah. Karena itu, masyarakat harus cerdas menghadapi hoax dan tidak gampang terhasut.

 

"Jaga persatuan, jangan sampai gampang mempercayai berita-berita yang tak jelas, apalagi yang bersifat memfitnah," ujarnya  usai memimpin prosesi pengucapan sumpah janji Pengganti Antar Waktu (PAW) dua orang anggota MPR periode 2014-2019. Acara tersebut berlangsung di Ruang Delegasi Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen Jakarta, Jumat (23/11).

 

Kedua orang anggota MPR yang baru dilantik berasal dari Fraksi Partai Golkar. Keduanya adalah Imanuel Ekadianus Blegur dari Daerah Pemilihan NTT II, menggantikan Setya Novanto. Sedangkan  Eddy Kuntadi berasal dari dapil Jatim X, menggantikan Eni Maulani Saragih. Ikut hadir dalam acara tersebut pimpinan Fraksi Partai Golkar MPR RI,  Hardisoesilo.

 

Lebih lanjut, Mahyudin enggan berspekulasi  menyebut kelompok mana yang telah berperan menyebarkan hoax. Ia hanya berharap, bukan dari pasangan calon yang sedang berkontestasi dalam pilpres. Mahyudin menganggap, dari pada berkampanye melalui hoax, lebih baik mengajukan visi misi dan program kerja para pasangan calon.

 

"Yang penting bukan dari mana asalnya. Tapi masyarakat harus waspada, jaga persatuan, jangan mau diadu domba," katanya.

 

Sebelumnya, saat memberikan sambutan dalam PAW, Mahyudin menyampaikan selamat bekerja kepada anggota yang baru dilantik. Mahyudin berharap  keduanya segera berlari menyongsong tugas dan tanggungjawab sebagai anggota MPR. Terutama untuk melakukan sosialisasi Empat Pilar MPR.

Tags:

Berita Terkait