Memahami Pengelolaan dan Skema Pembiayaan Berbasis HKI
Terbaru

Memahami Pengelolaan dan Skema Pembiayaan Berbasis HKI

Dalam mengelola hak kekayaan intelektual, terdapat tiga fase untuk mengelolanya, yaitu fase kreasi, fase proteksi, dan fase komersialisasi.

Willa Wahyuni
Bacaan 2 Menit

Di dalam fase komersialisasi terdapat salah satu poin yang dituangkan dalam PP No. 24 Tahun 2022 Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2019 tentang Ekonomi Kreatif. Dalam peraturan perundang-undangan sendiri telah diatur pula terkait syarat objek yang dapat dijaminkan berupa:

  1. Memiliki nilai ekonomis, dapat dinilai dengan uang dan dapat diuangkan
  2. Kepemilikannya dapat dipindahtangankan dengan mudah
  3. Dapat dimiliki secara keseluruhan berdasarkan hukum dimana pemberi pinjaman mempunyai hak untuk melikuidasi jaminan tersebut.

“Peraturan ini akan berlaku tahun ini, konsepnya adalah skema pembiayaan berbasis hak kekayaan intelektual, di mana hak kekayaan intelektual bisa dijadikan jaminan jika ingin mendapat pembiayaan dan ini penting sekali untuk pelaku kreatif,” imbuhnya.

Berdasarkan peraturan tersebut, objek jaminan utang dapat dilaksanakan dalam bentuk jaminan fidusia atas kekayaan intelektual, kontrak dalam kegiatan ekonomi kreatif, dan hak tagih dalam kegiatan ekonomi kreatif.

“Tiga objek ini ke depannya kalau kita melakukan komersialisasi akan memiliki potensi luar biasa untuk mendapatkan pembiayaan, yang mana syaratnya harus terdaftar dan tercatat,” ujarnya.

Ke depannya kekayaan intelektual memiliki potensi yang cukup besar bagi pihak bank untuk dapat mengembangkan bisnisnya dalam rangka memberikan kredit bagi masyarakat. Sehingga kekayaan intelektual dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang sulit untuk memberikan pinjaman untuk dapat mengajukan kredit ke perbankan.

Tags:

Berita Terkait