Mematahkan Bias Terhadap Wanita Dalam Profesi Lawyer
Mematahkan Bias Terhadap Wanita Dalam Profesi Lawyer
Hukumonline's NeXGen Lawyers 2022

Mematahkan Bias Terhadap Wanita Dalam Profesi Lawyer

“Ini bukan tentang membuktikan bahwa wanita lebih baik, ini tentang mengubah cara pandang dunia tempat kita bekerja bahwa wanita memiliki peluang yang sama dalam profesi hukum”, Pungkas Azarine.

Oleh:
Tim Hukumonline
Bacaan 3 Menit
Foto: Azarine Onassis, Maagnar Law Firm
Foto: Azarine Onassis, Maagnar Law Firm

Ketika lulus dari sekolah hukum, pengalaman kerja di awal membuat Azarine menyadari bahwa ia telah memasuki dunia kerja yang medannya didominasi oleh kaum pria dan tidak mudah untuk meniti karier dalam profesi hukum bagi wanita, dimana dia merasakan sulitnya untuk mendapatkan rasa hormat profesional dari rekan kerja maupun praktisi hukum lainnya. Namun hal tersebut tidak mematahkan semangat Azarine untuk menantang bias pekerjaan dalam profesi hukum karena dunia hukum sangat menarik baginya dan menantang secara intelektual.

Hingga pada tahun 2018, Azarine bergabung dalam Firma Hukum Magnaar. “Salah satu kemudahan bagi saya dalam bekerja saat ini adalah tidak adanya perbedaan gender dalam Firma Hukum Magnaar, kami dituntut untuk bekerja secara profesional dan dinilai berdasarkan kualitas pekerjaan”, ucapnya. Sebagai salah seorang associate di Firma Hukum Magnaar, selain menangani perkara corporate, Azarine juga dituntut untuk dapat berkecimpung dalam dunia litigasi. “Menjadi seorang corporate lawyer, bukan hanya mengerti tentang transaksi bisnis, perempuan juga dituntut untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan litigasi yang cenderung lebih konvensional, untuk itu memiliki mental yang tangguh dan kuat adalah hal yang wajib bagi seorang perempuan yang berprofesi sebagai lawyer”, tambahnya. 

Azarine berpandangan bahwa wanita perlu bekerja keras dan memberikan hasil pekerjaan yang berkualitas agar dapat membuktikan dirinya patut untuk dihormati dan dihargai. Pengalaman sebagai lawyer selama bertahun-tahun mengajarkan Azarine bahwa seorang wanita yang berprofesi dalam ranah hukum harus menjadi sosok yang tegas dan berani untuk bersuara, berintegritas dan menjunjung tinggi profesionalitas pekerjaan. Menjalin komunikasi yang baik dengan rekan kerja maupun praktisi hukum lainnya adalah salah satu prinsip Azarine untuk berkarir sebagai lawyer.  

Tuntutan jam kerja yang menekan adalah salah satu hal lain yang membuat wanita dianggap lebih sulit untuk mendapatkan pencapaian dalam dunia hukum, khususnya bagi wanita yang telah menikah. Azarine memahami sulitnya mencari firma hukum dengan lingkungan yang ramah keluarga dan ia mengakui pentingnya memiliki keseimbangan antara kerja dan kehidupan. Namun kedepannya Azarine percaya bahwa wanita semakin berpeluang untuk mendapatkan pencapaian itu karena pandemi telah memaksa banyak bisnis, termasuk para kantor hukum untuk beradaptasi dengan sistem kerja jarak jauh yang memiliki skema jam kerja yang lebih fleksibel. 

Mengingat situasi yang berubah dengan cepat, sebagian besar praktisi hukum harus menyesuaikan cara mereka bekerja dan menjalankan perusahaan, mulai dari cara mereka berkolaborasi dengan anggota tim hingga cara mereka berinteraksi dengan klien. “Saya senang dengan peluang yang hadir di tahun-tahun belakangan ini, saat kami berhasil menyesuaikan diri dengan cara kerja baru dan tetap mempertahankan layanan yang berkualitas bagi klien kami, kita harus pintar dan bijaksana dalam memanfaatkan peluang yang ada untuk tetap dapat memiliki keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi” katanya.

Bekerja di Firma Hukum Magnaar, Azarine dituntut untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan yang berubah, dan terus menemukan cara baru untuk berinovasi, serta memberikan layanan yang terbaik kepada klien. Hal ini memotivasi Azarine dengan tekad untuk bekerja keras untuk menangani hambatan dalam karirnya sebagai seorang lawyer, dan membuktikan bahwa adaptasi terhadap sistem dan skema kerja yang baru tidak berarti akan menurunkan standar dan kualitas hasil pekerjaan itu sendiri. “Ini bukan tentang membuktikan bahwa wanita lebih baik, ini tentang mengubah cara pandang dunia tempat kita bekerja bahwa wanita memiliki peluang yang sama dalam profesi hukum” ujarnya. 



Tags: