Berita

Mereview Produk di Youtube Melanggar Hukum? Ini Penjelasannya

Berdasarkan UU Perlindungan Konsumen, salah satu hak konsumen adalah hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan.

Oleh:
M. Agus Yozami
Bacaan 4 Menit

Menurut Josua, konteks berperan untuk memberikan nilai obyektif terhadap konten. Pemahaman akan konteks mencakup gambaran mengenai suasana hati korban dan pelaku, maksud dan tujuan pelaku dalam mendiseminasi informasi, serta kepentingan-kepentingan yang ada di dalam pendiseminasian (penyebarluasan, ed.) konten. Oleh karena itu, untuk memahami konteks, mungkin diperlukan pendapat ahli, seperti ahli bahasa, ahli psikologi, dan ahli komunikasi.

Berdasarkan penjelasan di atas, dalam membuat ulasan atau komentar terhadap produk jasa secara online tentunya tidak dapat serta-merta dikatakan mencemarkan nama baik. Memberikan penilaian pada suatu produk merupakan hal yang wajar dan juga hal tersebut juga berguna bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produknya. Perlu dikataui bahwa untuk dapat dikatakan mencemarkan nama baik (fitnah) apabila menuduhkan sesuatu yang tidak benar.

Meski demikian, orang yang melakukan review harus menggunakan bahasa yang wajar dan memberikan review dengan jujur apa adanya. Selama review tersebut sesuai dengan fakta yang ada maka tidak bisa dikatakan telah mencemarkan nama baik produk tersebut. (Baca: Mengulas Sanksi Pelaku Penipuan di Kasus Online Shop Grab Toko)

Selain itu, jika memiliki bukti seperti foto atau bukti lain seperti kesaksian, termasuk pengalaman pribadi menggunakan produk tentunya akan sangat mendasari komentar atau ulasan yang diberikan. Hal itu akan sangat membantu jika dikemudian hari ulasan Anda dimintakan pertanggungjawabannya oleh orang lain apalagi oleh aparat penegak hukum.

Perlu diingat, berdasarkan Pasal 4 huruf d Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, salah satu hak konsumen adalah hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan.

Eiger Minta Maaf

Terkait kasus review produk Eiger sendiri, Eiger akhirnya mengumumkan permintaan maaf atas surat komplain ulasan salah satu produknya yang dilayangkan untuk YouTuber bernama Dian Widiyanarko. Produsen perlengkapan outdoor itu membenarkan bahwa salah satu staffnya telah mengirim surat komplain yang ditujukan untuk YouTuber Dian Widiyanarko dan menjadi viral di Twitter.

"Surat yang diunggah melalui akun @duniadian benar dikirimkan oleh internal tim kami," tulis CEO PT Eigerindo Multi Produk Industri Ronny Lukito melalui surat pernyataan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Jumat (29/1).

Eiger mengakui poin-poin yang disampaikan dalam surat komplain terkait ulasan produk oleh YouTuber Dian Widiyanarko kurang tepat hingga menimbulkan kontroversi. "Kami sadar apa yang kami lakukan tidak tepat dan salah. Sejatinya maksud dan tujuan kami adalah untuk memberikan masukan kepada reviewer agar lebih baik lagi," lanjut pernyataan tersebut.

Pihak Eiger pun mengungkapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah meluangkan waktu untuk mengulas produknya di media sosial.

 

Tags:

Berita Terkait