Muhammad Ismak Ingatkan Pentingnya Kekuatan Etos Kerja bagi Lawyer Muda
Terbaru

Muhammad Ismak Ingatkan Pentingnya Kekuatan Etos Kerja bagi Lawyer Muda

Kesuksesan seorang lawyer tidak dapat diperoleh secara instan, namun harus melalui proses panjang dan kadang berliku. Lawyer muda mesti memiliki jiwa fight yang tinggi.

Mochamad Januar Rizki
Bacaan 3 Menit
Muhammad Ismak. Foto: RES
Muhammad Ismak. Foto: RES

Kiprah Muhammad Ismak dalam dunia lawyer sudah tidak diragukan lagi. Pria asal Sulawesi Selatan itu terlibat aktif pada berbagai organisasi advokat. Seperti pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) 2015-2020 dan Sekretaris Jenderal di Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia (AKPI) periode 2006-2009 dan 2010-2013.

Sementara itu, Muhammad Ismak memiliki keahlian di bidang litigasi komersial dan perdata, kepailitan dan PKPU, hukum korporasi, perbankan dan asuransi, arbitrase dan APS, litigasi pidana dan komersial, hukum pasar modal, hukum energi & pertambangan. Dia juga merupakan pendiri sekaligus partner dari kantor hukum Ismak Advocaten.

Sebagai seorang lawyer berpengalaman, Ismak memiliki pesan penting kepada para generasi muda. Dia menyampaikan kesuksesan seorang lawyer tidak dapat diperoleh secara instan, namun harus melalui proses panjang dan kadang berliku. Menurutnya, lawyer generasi muda cenderung menginginkan keberhasilan secara cepat dan mudah berkeluh kesah.

“Lulusan (sarjana hukum) baru ini, sekarang untuk jadi lawyer gampang dan mereka merasa perpindahan (kantor hukum) itu gampang. Ini jadi problem. Sehingga, untuk meningkatkan kualitas diri itu perlu kekuatan ekstra menggenjot mereka. Perbedaan itu dari jiwa fight. Saya melihat mereka agak kurang jiwa fight-nya. Ini karena mereka merasa lebih mudah mendapatkan pekerjaan,” ujarnya kepada Hukumonline, Senin (20/11/2023) kemarin.

Baca juga:

Hukumonline.com

Melihat kondisi tersebut, Ismak menekankan pentingnya ketegasan para lawyer-lawyer senior dalam mengkader genereasi muda. Menurutnya, ketegasan tersebut justru berdampak positif terhadap peningkatan kompetensi para lawyer muda. “Harus lebih keras terhadap mereka. Karena kalau tidak begitu maka akan sulit meningkatkan performance lawyer muda tersebut. Saya kasih waktu kalau tidak lebih baik mereka keluar,” imbuh Ismak.

Ismak menilai, terdapat budaya kerja yang berpengaruh terhadap efektivitas penyelesaiaan tugas. Ismak menceritakan, seharusnya dengan kehadiran teknologi membuat pekerjaan selesai lebih cepat dan bagus. Namun, terdapat kasus penyelesaian pekerjaan tersebut cenderung membutuhkan waktu lama.

Halaman Selanjutnya:
Tags:

Berita Terkait