Terbaru

Pasal Pemerasan dan Perbedaannya dengan Pengancaman

Pemerasan dapat terjadi pada siapa saja. Umumnya, tindak pidana ini disertai dengan sejumlah ancaman kekerasan. Berikut sanksi hukum pelaku pemerasan dan pengancaman!

Oleh:
Tim Hukumonline
Bacaan 4 Menit
  1. Pemerasan yang memakan korban jiwa

Apabila tindak pidana pemerasan dilakukan kemudian mengakibatkan kematian atau korban jiwa, pelakunya diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.

Sanksi Pemerasan Online

Semua orang bisa jadi korban pemerasan. Contoh umum kasus pemerasan yang melanggar Pasal 368 KUHP adalah ancaman pemukulan bila tidak diberikan sejumlah uang atau suatu hal tertentu.

Mengingat umumnya pasal pemerasan uang atau barang dipenuhi dengan ancaman sebagaimana contoh yang diterangkan, pelaku pemerasan dapat dikenakan Pasal 335 ayat (1) KUHP yang menerangkan bahwa barang siapa secara melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu, dengan memakai kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tak menyenangkan, atau dengan memakai ancaman kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tak menyenangkan, baik terhadap orang itu sendiri maupun orang lain, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp4,5 juta. 

Kemudian, apabila pasal pemerasan ini dilakukan secara online, pelaku dapat dipidana karena melanggar UU ITE. Pasal 29 UU ITE menerangkan bahwa setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi.

Sanksi dari pelanggaran UU ITE tersebut diatur dalam Pasal 45B UU 19/2016 yang menyatakan bahwa setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 dipidana dengan pidana penjara paling lama empat tahun dan/atau denda paling banyak Rp750 juta.

Penting untuk diketahui bahwa dalam Penjelasan Pasal 45B UU 19/2016, diterangkan bahwa ketentuan dalam Pasal ini termasuk juga perihal perundungan di dunia siber yang mengandung unsur ancaman kekerasan atau menakut-nakuti dan mengakibatkan kekerasan fisik, psikis, dan/atau kerugian materiil.

Simak ulasan hukum premium dan temukan koleksi lengkap peraturan perundang-undangan Indonesia, versi konsolidasi, dan terjemahannya, serta putusan dan yurisprudensi, hanya di Pusat Data Hukumonline. Dapatkan akses penuh dengan berlanggananHukumonline Pro Plus sekarang!

Tags:

Berita Terkait