Terbaru

Pemahaman Skill Legal yang Wajib Diperhatikan oleh Divisi Hukum Perusahaan

Tiga hal ini akan semakin mudah diimplementasikan pada suatu divisi hukum perusahaan apabila manajemen cermat dalam melihat dan memenuhi kebutuhan skill-skill penting yang harus dikuasai oleh anggotanya.

Oleh:
Tim Publikasi Hukumonline
Bacaan 3 Menit
Ilustrasi
Ilustrasi

Sebagai garda terdepan bagi kepatuhan bisnis perusahaan, divisi hukum harus mampu memahami kebutuhan kompetensi kerja untuk timnya. Bukan hanya menguasai pengetahuan dalam bidang hukum, sumber daya manusia (SDM) didalamnya juga perlu dibekali dengan pemahaman bisnis perusahaan serta bagaimana solusi penanganan masalah bisnis tersebut. 

Dikutip dari materi yang dipaparkan oleh Vice President Corporate Counsel Telkomsel, Dirgantara Putra pada acara 'Hukumonline Subscribers Meet Up: Kiat Manajemen Memenuhi Kebutuhan Kompetensi Kerja pada Divisi Hukum Perusahaan' pada Kamis (15/9/2022), ada tiga hal yang wajib diperhatikan oleh seorang In-house Counsel dalam meningkatkan kapabilitas tim, yaitu legal knowledge, business & technical knowledge, dan soft skill & managerial skill.

Hukumonline.com

Sosok yang akrab dipanggil dengan Bapak Dirga ini menjabarkannya dengan detail pada acara Kamis lalu. Legal knowledge sebagai kompetensi dasar tentu meliputi pemahaman skill legal seperti contract and legal document drafting, penanganan sengketa dan tentunya pengetahuan mengenai dunia legal dan hukum. Meskipun sudah lulus dari fakultas hukum, namun pendalaman terhadap pengetahuan ilmu legal tetap harus dilakukan seiring dengan munculnya berbagai pasal maupun putusan pengadilan yang menjadi kaidah hukum baru. Disampaikan juga oleh Bapak Dirga bahwa tim legal sebaiknya memiliki berbagai lisensi untuk berbagai hal agar dapat menjadi tim yang berdaya serta resourceful.

Selain pengetahuan legal, pengetahuan bisnis juga tak kalah pentingnya agar dapat menerapkan prinsip-prinsip governance yang relevan kepada business unit lain. Dengan memahami bisnis dan industri yang digeluti perusahaan, advis yang diberikan akan lebih tepat guna dan berkontribusi pada pengembangan perusahaan dengan efektif.

Terakhir, soft & managerial skill juga tak kalah pentingnya. Disampaikan olehnya bahwa legal knowledge dan pengetahuan bisnis sedalam apapun tidak akan memberikan hasil yang maksimal tanpa soft skill yang baik. Hal ini meliputi pemahaman komunikasi, negosiasi, mediasi, atau memahami bagaimana sinergi antar para stakeholder. Selain itu, soft skill yang baik akan membuat maksud kita akan tersampaikan dengan baik oleh para stakeholder yang awam hukum.

Tiga hal ini akan semakin mudah diimplementasikan pada suatu divisi hukum perusahaan apabila manajemen cermat dalam melihat dan memenuhi kebutuhan skill-skill penting yang harus dikuasai oleh anggotanya. Tidak hanya knowledge transfer dari pihak internal, untuk mencapai hasil yang optimal perusahaan juga perlu untuk mengadakan legal training yang tepat dari pihak eksternal agar mendapat perspektif yang lebih luas sekaligus objektif.

Legal training bukan hanya tentang sertifikasi melainkan untuk agar segenap tim terus mendapat update terkini dengan isu-isu yang relevan sehingga dapat meminimalisir risiko hukum dan potensi sengketa yang akan terjadi di kemudian hari. Untuk mengadakan legal training yang mumpuni memang membutuhkan usaha ekstra namun tak perlu khawatir, karena Hukumonline menyediakan In-house Training untuk memenuhi setiap kebutuhan kompetensi kerja bagi divisi hukum perusahaan Anda. 

Mengapa menggunakan layanan In-house Training dari Hukumonline? Kami menyediakan narasumber kompeten dibidangnya, topik terkini dan Terms of References yang lebih terarah, dapat disesuaikan dengan waktu, budget dan kebutuhan institusi Anda. Kunjungi tautan di sini untuk mendapatkan informasi lebih lengkap atau hubungi [email protected].

“Hukumonline menyediakan tema yang menarik dan penting bagi bisnis perusahaan. Selain itu, narasumber yang dihadirkan juga merupakan best lawyer dari firma hukum ternama, sehingga baik materi dan penjelasan yang diberikan sangat komprehensif dan bermanfaat bagi perusahaan.” - Nindia Pitaloka Riswandini, Compliance Secretary Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia.

Tags: