Berita

Pemerintah Lanjutkan Program Kredit Usaha Rakyat

Bank-bank diharapkan tidak khawatir atas kredit macet yang timbul akibat kenaikan pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Oleh:
M-7
Bacaan 2 Menit
Pemerintah Lanjutkan Program Kredit Usaha Rakyat
Hukumonline

Tahun baru, harapan baru, usaha baru. Inilah yang selalu dinanti-nantikan semua orang memasuki tahun 2010, tidak terkecuali usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi (UMKMK). Bagi Anda pengusaha UMKMK atau baru menjajaki usaha baru dan terkendala masalah modal, jangan khawatir, ada harapan baru untuk Anda.

Awal tahun ini pemerintah kembali menyalurkan KUR kepada pengusaha kecil dan menengah. Kebijakan ini merupakan suatu upaya pemberdayaan UMKMK, serta penciptaan lapangan kerja dan penanggulangan kemiskinan yang dilakukan pemerintah.

 

KUR merupakan kredit atau pembiayaan yang diberikan oleh bank kepada UKM yang mempunyai usaha produktif, namun sulit mendapat pembiayaan dari bank. Jika dibandingkan dengan kredit komersial, agunan yang diperlukan lebih rendah. Karena jika UMKM gagal mengembalikan pinjaman, maka 70 persen dari sisa kredit, dijamin oleh perusahaan penjamin. Imbalan jasa penjaminan ini menjadi beban negara (APBN). Hal ini dikatakan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa, di kantor Departemen Keuangan, Selasa (12/1).

 

Selain itu jika dibandingkan dengan kredit komersial, bunga KUR jauh lebih rendah dan pengurusannya lebih mudah. Untuk melakukan penyaluran KUR, pemerintah menggandeng sejumlah bank yang memiliki banyak cabang hingga ke tingkat kecamatan atau desa, serta lembaga linkage sehingga mudah dijangkau oleh UMKM.

Bank-bank itu di antaranya Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, Bank Tabungan Negara, Bank Syariah Mandiri, Bank Bukopin, Kelompok Bank Pembangunan Daerah, serta beberapa bank lain.

 

Sejumlah pengusaha kecil yang hadir dalam acara Penandatanganan Addendum II Nota Kesepahaman Bersama tentang Pinjaman Kredit/Pembiayaan kepada UMKM mengaku, program KUR ini sangat bermanfaat dalam mengembangkan usaha. Bahkan program ini berhasil membuka lapangan pekerjaan. “Kenapa tidak dari dulu ya?” tutur salah satu pengusaha yang telah memanfaatkan KUR ini.

 

Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Agus Martowardojo juga mendukung dan akan melanjutkan KUR untuk tahun 2010. Selama tahun 2009, Agus mengaku Bank Mandiri berhasil menjaga kualitas KUR tetap baik dengan menekan angka kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) dibawah 2 persen, yaitu 1,71 persen. Pada 2009, realisasi KUR Bank Mandiri tercatat sebesar Rp1.505 triliun yang disalurkan kepada 36.798 debitur.

Halaman Selanjutnya:
Tags: