Terbaru

Pemerintah Diminta Perketat Prosedur WNA Masuk Indonesia

Kebijakan pemerintah mengizinkan warga China masuk Indonesia kontraproduktif dengan larangan bepergian warga lokal ke luar kota atau mudik Lebaran.

Oleh:
Rofiq Hidayat
Bacaan 3 Menit

Menurut Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) itu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) semestinya terbuka perihal para tenaga kerja asing China yang layak dipekerjakan. Bagianya, idealnya pekerja Indonesia terlebih dulu yang diprioritaskan mendapat pekerjaan di dalam negeri. Sebab dari kualitas, pekerja Indonesia tak kalah dibanding pekerja asal China.

Dia mengatakan kendatipun publik protes penolakan atas masuknya pekerja asal China, pemerintah pun bergeming. Malahan, semakin masyarakat menolak, pemerintah makin mendatangkan pekerja China. Sekali kelompok penerbangan memboyong ratusan rombongan. Pemerintah perlu mengkalkulasi untung ruginya menggunakan tenaga kerja asing asal China di Indonesia

“Saya belum pernah mendengar bahwa kedatangan mereka meningkatkan pemasukan negara. Setidaknya, saya belum pernah membaca laporan bahwa mereka berkontribusi dalam meningkatkan APBN,” katanya.

Sementara Ketua Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Fachrul Razi menilai masuknya ratusan tenaga kerja asal China ke Indonesia di tengah kebijakan larangan mudik lebaran 2021 amatlah kontraproduktif. Pemerintah pun mesti menjelaskan ke publik terkait masuknya pekerja asing asal China tersebut. “Kita mendesak Pemerintah menyetop masukmya TKA China ke Indonesia,” pintanya.

Menurut Informasi yang dikantongi Fachrur Razi, kedatangan pekerja asing China tersebut sebagai bagian dari pelaksanaan proyek investasi yang membutuhkan tenaga kerja dari negeri tirai bambu tersebut. Seharusnya, pemerintah lebih peka dan menunjukkan keberpihakan terhadap buruh-buruh lokal yang sudah menderita karena pandemi Covid-19. Bahkan upah tahun 2020 pun tak naik signifikan.

Dia menyayangkan fakta mempekerjakan pekerja China pada proyek strategis nasional tanpa melihat potensi pekerja lokal. Senator asal Aceh itu menyayangkan protes dan penolakan masyarakat seakan tidak didengar oleh pemerintah. “Semakin ditolak, malah semakin banyak yang datang. Bahkan, sekali penerbangan bisa membawa ratusan rombongan,” katanya.

Tags:

Berita Terkait