Terbaru

Pengertian, Aspek, dan Manfaat Compliance bagi Perusahaan

Compliance wajib dilakukan oleh setiap usaha atau perusahaan. Jika tidak dilakukan, perusahaan dapat dikenai sanksi, dari denda hingga pencabutan izin usaha.

Oleh:
Tim Hukumonline
Bacaan 3 Menit
Ilustrasi Compliance. Foto: pexels.com
Ilustrasi Compliance. Foto: pexels.com

Sadiq dan Governatori (2015) mengartikan compliance adalah proses memastikan bahwa proses, operasi, dan praktik bisnis berjalan sesuai dengan seperangkat norma yang telah ditentukan atau disepakati.

Diterangkan pula, secara historis compliance awalnya dianggap sebagai beban. Namun, sejak awal dan seiring waktu, compliance menunjukkan indikasi sebagai peluang dalam meningkatkan proses bisnis dan operasinya.

Terkait hal tersebut, data Business Process Management Forum 2006 (dalam Sadiq dan Governatori, 2015: 2) menunjukkan bahwa 80% perusahaan mengalami peningkatan yang pesat sejak meningkatkan compliance-nya. Dari fakta ini, dapat disimpulkan bahwa compliance artinya suatu langkah yang penting untuk dilakukan oleh setiap perusahaan demi mengembangkan usahanya.

Baca juga:

Aspek dalam Compliance

Lebih lanjut, Bayu Setiaji menerangkan bahwa dalam compliance yang dinilai adalah ketaatan semua aktivitas sesuai dengan kebijakan, aturan, ketentuan, dan undang-undang yang berlaku.

Selain itu, compliance juga menentukan apakah pihak atau perusahaan yang terlibat telah mengikuti prosedur, standar, dan aturan tertentu yang ditetapkan oleh pihak yang berwenang.

Dampak dari diabaikannya compliance adalah kemungkinan untuk dikenai sanksi pidana, seperti denda berupa penalti, pidana penjara, hingga hancurnya nilai merek dan reputasi yang telah dibangun. 

Tags:

Berita Terkait