Pojok MPR-RI

Pentingnya Media dalam Menunjang Kinerja MPR

Posisinya sejajar dalam jalinan kerja sama dengan Biro Humas MPR, tak ada yang superior.

Oleh:
RED
Bacaan 2 Menit
Media Expert Meeting bertajuk 'Peran Media Dalam Mendukung Publikasi Kegiatan MPR' di Kalimantan Timur, Jumat (9/11) malam. Foto: Humas MPR
Media Expert Meeting bertajuk 'Peran Media Dalam Mendukung Publikasi Kegiatan MPR' di Kalimantan Timur, Jumat (9/11) malam. Foto: Humas MPR

Media menjadi pilar demokrasi keempat yang tak dapat dipandang sebelah mata. Intitusi pemerintah pun memerlukan media dalam mensosialisasikan berbagai kerja-kerjanya ke masyarakat. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) misalnya, lembaga tinggi negara itu menyerap aspirasi dari media sebagai upaya dalam perbaikan kinerjanya di tahun tahun berikutnya.

 

Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Sekretariat Jendral (Setjen)  MPR,  Siti Fauziah mengakui betapa pentingnya media dalam menunjang kerja-kerja MPR. Antara lain sosialisasi Empat Pilar. Yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika. 

 

Karena itulah antara media dan MPR saling mendukung demi menanamkan Empat Pilar di tengah kehidupan masyarakat. Bagi Siti Fauziah, Empat Pilar menjadi amat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

"Kita sama-sama saling mendukung. Jadi mohon masukannya  untuk kita (MPR, red) menjadi lebih baik. Kita ingin mendapatkan masukan dari rekan-rekan media semua," ujarnya dalam acara Media Expert Meeting bertajuk "Peran Media Dalam Mendukung Publikasi Kegiatan MPR"  di Kalimantan Timur, Jumat (9/11) malam.

 

Kepala Bagian (Kabag) Pemberitaan Biro Humas MPR, Muhamad Jaya berpandangan kerjasama antara MPR dengan media sudah berjalan baik. Hanya saja memang diperlukan masukan agar MPR secara kelembagaan ke depannya menjadi lebih baik. "Selama ini dukungan media terhadap kerja-kerja MPR sudah berjalan baik," katanya.

 

Di tempat yang sama, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Biro Pemberitaan Humas MPR Muliawan berpandangan media merupakan mitra kerja yang posisinya sejajar dengan Biro Humas MPR. Artinya, kata Budi Muliawan kerja sama yang dijalin antara media dengan MPR bersifat sejajar.

 

"Tidak ada yang lebih superior," katanya.

 

Menurut pria biasa disapa Wawan itu, model komunikasi yang dibangun bersifat partisipatif. Sebab dengan begitu, terdapat masukan dan out put  untuk dapat menjadi evaluasi demi perbaikan ke depan. "Dan kita mengetahui apakah sudah baik, atau ada yang kurang," pungkasnya.

Tags:

Berita Terkait