Terbaru

Pentingnya Pendampingan UMKM untuk Pemberdayaan dan Kemandirian

Dalam orasi pengukuhan guru besar Endang menilai tidak mudah mengantarkan UMKM ke arah kemandirian, berinovasi dengan segala kelengkapan legalitasnya. Pada situasi tersebut, perlu dilakukan pemberdayaan berkesinambungan, promote, protect and advance, difasilitasi legalitasnya, didampingi dan diberikan teladan.

Oleh:
Fitri Novia Heriani
Bacaan 2 Menit
Dr Hj Endang Purwaningsih SH., MHum., MKn resmi menjadi guru besar ilmu hukum di Universitas Yarsi.
Dr Hj Endang Purwaningsih SH., MHum., MKn resmi menjadi guru besar ilmu hukum di Universitas Yarsi.

Dr Hj Endang Purwaningsih SH., MHum., MKn resmi menjadi guru besar ilmu hukum di Universitas Yarsi. Endang menjadi guru besar ketiga di Universitas Yarsi dan berhak menyandang gelar Profesor dalam pengukuhan yang diselenggarakan di Jakarta, Senin (4//7).

Dalam orasi pengukuhan guru besar Endang mengangkat tema “Hak Kekayaan Intelektual (HKI): Keniscayaan Bagi UMKM untuk Naik Kelas”, suatu Pendekatan Pentahelix dalam Model Kolaborasi Partisipatif Kampus Merdeka dan Stakeholder Guna Menunjang Sustainability Development UMKM.

Endang menyoroti eksistensi UMKM di masa pandemi Covid-19. Dia mengatakan sebagian besar UMKM mengalami tekanan dan berupaya untuk bertahan.  Dengan jumlah yang besar, Endang menilai UMKM perlu didampingi.

Baca Juga:

Hal ini dikarenakan UMKM masih memiliki beberapa kelemahan seperti kemampuan pengelolaan usaha profesional, inovasi produk dan quality control sebagai salah satu cara untuk tetap menjaga kualitas produk. Selain itu kelemahan UMKM juga terletak pada pemasaran produk yang dilakukan secara tradisional yakni informasi dari mulut ke mulut.

Dia juga menjelaskan sebagian besar UMKM masih berupa usaha perorangan dan belum berbentuk badan hukum, sehingga menjadi kendala ketika akan mengakses fasilitas kredit dari lembaga keuangan.

Dari sisi akuntabilitas juga masih menjadi kendala karena belum dimilikinya kemampuan pengelolaan administrasi perusahaan yang baik. Kendala dari faktor eksternal juga banyak.  “Seperti iklim usaha belum kondusif disebabkan belum adanya keterpaduan kebijakan dari para pemangku kepentingan utama dalam UMKM,” kata Endang.

Tags:

Berita Terkait