Perlakuan dan Distribusi Galon Guna Ulang Tak Aman untuk Konsumen
Terbaru

Perlakuan dan Distribusi Galon Guna Ulang Tak Aman untuk Konsumen

Proses distribusi dan penjualan produk mengabaikan beberapa aturan yang seharusnya diperhatikan oleh pelaku usaha, misalnya AMDK dilarang terkena paparan sinar matahari secara langsung.

Oleh:
Fitri Novia Heriani
Bacaan 4 Menit

Menurut Junaidi, sampai saat ini masyarakat belum banyak mengetahui risiko BPA pada galon polikarbonat. Padahal, lanjutnya, pelepasan (migrasi) BPA ke dalam makanan atau minuman adalah sesuatu yang jamak pada kemasan pangan dari jenis plastik polikarbonat. "Dipastikan migrasi BPA itu terjadi," katanya.

Kemudian studi menunjukkan paparan BPA pada tubuh berbanding lurus dengan konsentrasi BPA dalam darah dan urin. Sementara konsentrasi BPA dalam darah dan urin sangat erat dengan berbagai penyakit yang berkaitan dengan gangguan endokrin, termasuk perkembangan syaraf dan gangguan mental pada anak-anak.

"Ini kenyataan yang harus kita buka bersama," katanya.

Junaidi menyebut rekomendasi itu merujuk pada hasil penelitian Gugus Peneliti Kesehatan Universitas Airlangga ihwal efek paparan BPA pada brain development dan gangguan perkembangan mental anak usia dini.

"Penelitian kami sifatnya terbuka, siapa saja bisa mengakses dan yang kami dapatkan adalah evidence efek paparan BPA pada kesehatan mental dan otak anak," katanya. "Penelitian ini sesuai dengan standar keilmuan dan kesehatan."

Junaidi menegaskan bahwa BPA pada dasarnya "senyawa sintetik organik" yang berfungsi mempertahankan bentuk dan mencegah kerusakan plastik. Di seluruh dunia, katanya, otoritas keamanan pangan sepakat untuk mengatur accaptable daily intake secara "sangat progresif" dari awal penggunaan plastik sampai saat ini.

"Semua negara sudah berada pada titik pandang yang sama terkait bagaimana mengelola TDI ini," pungkasnya.

Sebelumnya data BPOM menyebut 96,4% galon bermerek yang beredar luas di pasaran menggunakan kemasan polikarbonat--jenis plastik keras yang pembuatannya menggunakan bahan campuran BPA. Sementara itu, penelitian mutakhir BPOM atas level migrasi BPA pada galon guna ulang, baik di fasilitas produksi, distribusi dan peredaran, menunjukkan pelepasan bahan kimia itu "sudah sangat mengkhawatirkan".

Menurut Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan, Rita Endang, temuan anyar itu ikut melatari keputusan BPOM mengeluarkan draft peraturan pelabelan risiko BPA atas galon polikarbonat. Dalam draft, kini jelang pengesahan, BPOM mewajibkan produsen yang menggunakan galon polikarbonat untuk memasang label peringatan "Berpotensi Mengandung BPA", kecuali mampu membuktikan sebaliknya. Draft juga mencantumkan masa tenggang (grace period) penerapan aturan selama tiga tahun.

Tags:

Berita Terkait