Program PEN Bakal Finish, Pemerintah Diharapkan Siapkan Paket Kebijakan Baru
Terbaru

Program PEN Bakal Finish, Pemerintah Diharapkan Siapkan Paket Kebijakan Baru

Karena periode 2023 mendatang bakal menjadi tantangan bagi pemerintah di sektor perekonomian secara nasional.

Oleh:
Rofiq Hidayat
Bacaan 3 Menit
Ilustrasi
Ilustrasi

Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tak akan berlanjut di periode 2023 mendatang.  Keputusan tersebut diambil seiring melandainya kasus Covid-19 di tanah air dibanding dengan tahun 2020 dan 2021 serta membaiknya pemulihan ekonomi secara nasional di berbagai daerah. Namun, pemerintah didorong menyiapkan paket kebijakan ekonomi baru sebagai pengganti PEN.  

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Teguh Dartanto berpandangan pemerintah tak serampangan mengakhiri program PEN tanpa membuat terobosan dalam perbaikan ekonomi lanjutan. Baginya, pemerintah tetap perly melakukan mitigasi ketidakpastian kondisi ekonomi di periode 2023 mendatang.

“Saya rasa pemerintah tidak akan gegabah menghilangkan begitu saja program PEN tanpa adanya pengganti,” ujarnya melalui keterangannya di Jakarta, Senin (8/8/2022).

Dia menerangkan periode 2023 mendatang bakal menjadi tantangan dari sektor perekonomian secara nasional. Terlebih, kondisi perekonomian global yang mengalami stagnasi dan menuju resesi cepat atau sebaliknya yang dampaknya bakal beranjak ke dalam negeri dengan kenaikan harga energi dan produk makanan, serta industri maupun pelemahan ekonomi domestik.

Dengan demikian, menjadi tidak mungkin pemerintah melakukan perubahan drastis dalam kebijakan ekonominya. Meski demikian, pemerintah diharapkan tetap memperhatikan aspek ekonomi ketimbang politik anggaran. Baginya, pemerintah harus menjaga kebijakan ekonomi agar percepatan pemulihan ekonomi bisa diarahkan jauh lebih baik.

“Saya rasa akan tetap ada program pemulihan ekonomi dalam bentuk-bentuk lain atau reorganisasi yang sudah ada saat ini,” imbuhnya.

Sementara Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rizal Taufiqurrahman berpandangan situasi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin yang tersisa dua tahun ke depan. Setidaknya, Presiden Jokowi memberi penguatan ekonomi di tengah situasi pandemi. “Bagaimana legacy untuk menjaga ekonomi tumbuh di 2024,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya:
Tags:

Berita Terkait