Sejarah Markus Sajogo & Associates, Law Firm Tertua di Surabaya
Road to Top 100 Indonesian Law Firms 2023

Sejarah Markus Sajogo & Associates, Law Firm Tertua di Surabaya

Kantor hukum MS&A telah berdiri sejak tahun 1967 di Surabaya dan masih eksis sampai saat ini. Perjalanan kantor hukum MS&A bermula fokus pada litigasi dan telah banyak kasus yang ditangani pada masanya serta alumninya mendirikan kantor hukum baru.

Oleh:
Ferinda K Fachri
Bacaan 5 Menit

Hukumonline.com

Markus Sajogo (kiri) didampingi mentornya, Budi Tedjamulia (tengah) saat bersidang. Foto: Dokumentasi MS&A.    

Selama lebih dari 50 tahun di industri jasa hukum, kantor hukum ini telah meraih reputasi dan rekam jejak positif lantaran keberhasilannya menangani beragam masalah hukum mewakili klien dari perusahaan besar nasional ataupun internasional di berbagai wilayah Indonesia termasuk di kawasan Asia-Pasifik. Selain itu, banyak lawyer di Surabaya yang merupakan alumni dari MS&A Law Firm, kemudian mendirikan kantor hukum baru.   

“Banyak nama lawyer besar di Surabaya yang cukup berpengaruh di Surabaya dan bisa dibilang alumni dari kantor MS&A. Mereka mendirikan lebih dari 10 kantor hukum, tapi dengan alasan etika saya tidak bisa menyebutkan kantor hukumnya. Saya sendiri mulai bergabung sejak tahun 1998, kemudian mengawali karier saya dari nol. Bertahap naik, waktu demi waktu, hingga sekarang saya menjadi Managing Partner,” ujar alumnus FH Universitas Surabaya dan University of New South Wales (UNSW) untuk spesialisasi arbitrase internasional ini.    

Pesatnya perkembangan MS&A tidak terlepas dari sosok almarhum Markus Sajogo yang memiliki pribadi supel, mudah berkawan dengan banyak orang dari berbagai latar belakang dan profesi. Sosok Markus Sajogo - yang wafat pada tahun 2016 - mempunyai keahlian bahasa yakni fasih dalam bahasa Inggris dan Belanda. Keahlian berbahasa itu tidak dimiliki banyak orang kala itu. Hal ini tentu menjadi nilai tambah tersendiri yang kerap disasar oleh klien-klien asing.

Menurutnya, menjaga/menpertahankan reputasi lebih sulit dibanding meraih reputasi karena mempertahankan butuh waktu panjang dan menyimpan tantangan besar. Dibutuhkan waktu, kesabaran, dan menjaga integritas karena ada sebagian orang ingin menghalalkan segala cara demi mendapat keuntungan materil. Kuncinya, banyak bersabar dan mensyukuri diri menjadi poin penting dengan tetap mempunyai keinginan untuk maju. Sebab, tidak ada jalan pintas untuk meraih kesuksesan bagi advokat.  

“Semakin besar bendera Anda yang berkibar, semakin banyak orang melihat. Angin itu semakin kencang semakin tinggi. Mempertahankan integritas itu tidak gampang. Banyak yang bilang ke saya ketika pertama saya ‘banting stir’ (MS&A) dari litigasi ke corporate dengan berbagai pemikiran (pertimbangan), saya ingin expand, saya ingin menjangkau lebih banyak.”

Lalu, ia berbagi kiat-kiat dalam upaya menjaga keberlangsungan kantor hukum agar dapat eksis dan terus berkembang. “Kalau Anda tidak mau berbagi, maka akan sulit untuk berkembang. Bersedialah untuk mau bekerja sama dengan banyak orang. Semua anggota tim saya yang masuk ke tempat saya, selalu saya kasih tahu. Saya tidak hidup selamanya, Anda mau jadi Managing Partner bisa. Tapi Anda harus memberikan sebesar yang saya berikan ke law firm ini. Reputasi, integritas, pengalaman, karier, klien,” ungkapnya.

Tags:

Berita Terkait