Siap-siap, Vaksinasi Covid-19 Direncanakan Pekan Depan
Berita

Siap-siap, Vaksinasi Covid-19 Direncanakan Pekan Depan

​​​​​​​Dalam jangka waktu 15 bulan, ditargetkan dapat menyelesaikan vaksinasi ke 181 juta rakyat Indonesia. Tinggal menunggu dikeluarkannya izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization oleh BPOM.

RED
Bacaan 4 Menit
Ilustrasi. Foto: RES
Ilustrasi. Foto: RES

Pemerintah telah mendistribusikan 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 ke 34 provinsi di seluruh Indonesia. Pengiriman vaksin tersebut dilakukan secara bertahap dimulai dari tanggal 3 Januari dan ditargetkan selesai terdistribusi ke 34 provinsi pada tanggal 7 Januari ini. Menteri Kesehatan Budi Gunadi mengatakan, pelaksanaan vaksinasi direncanakan akan dilakukan pada minggu kedua Januari 2021, setelah dikeluarkannya izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).

“Kami merencanakan dalam jangka waktu 15 bulan, kami bisa menyelesaikan vaksinasi ke 181 juta rakyat Indonesia,” kata Budi setelah mengikuti Rapat Terbatas Penanganan Pandemi Covid-19  dan Rencana Pelaksanaan Vaksinasi di Istana Negara Jakarta yang juga dihadiri secara virtual oleh para Gubernur dari seluruh Indonesia, Rabu (7/1).

Budi berjanji, pihaknya akan bekerja keras untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi tersebut. “Kami akan berusaha keras dan kami butuh dukungan dari seluruh teman-teman untuk melakukan hal ini,” tuturnya. Menurutnya, awak media juga dapat ikut membantu pelaksanaan vaksinasi dengan mengingatkan kepada seluruh fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) baik puskesmas, rumah sakit, dan klinik untuk segera mendaftar ke aplikasi PCare (Primary Care) BPJS agar dapat melayani vaksinasi Covid-19.

“Tolong dikomunikasikan terus ke mereka untuk mendaftarkan, karena kalau belum mendaftarkan akan sulit bagi mereka untuk bisa melayani vaksinasi ini, terutama untuk mencatat dan menangani kalau ada kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI),” katanya sebagaimana dilansir dari laman resmi Setkab.

Budi juga mengingatkan kepada fasyankes untuk menyampaikan keperluan terkait vaksinasi. "Kalau misalnya ada fasilitas lemari es atau pendingin yang kurang untuk menyimpan vaksin tolong segera mengontak Dinas Kesehatan terdekat, tolong kontak Kementerian Kesehatan, aparat yang terdekat, kalau perlu juga bisa dikirimkan ke twitter sama instagramnya saya atau facebooknya saya, supaya kami bisa cepat menangani,” katanya.

Di sisi lain, Budi mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mengurangi mobilitas agar dapat menekan lonjakan kasus Covid-19, mengurangi tekanan pada fasyankes, dan tentu saja untuk menjaga dan melindungi tenaga kesehatan. Selain itu, masyarakat juga diharapkan patuh pada protokol Kesehatan yang diterapkan di daerahnya masing-masing.

“Tolong bantu mereka, kurangi mobilitas teman-teman sejak tanggal 11 (Januari) selama dua minggu dan jangan lupa memakai masker. Sekali lagi jangan lupa memakai masker, dan sekali lagi jangan lupa memakai masker. Itu adalah hal yang sangat penting, selain mencuci tangan dan menjaga jarak,” kata Budi.

Tags:

Berita Terkait