Siasat Menantu Nurhadi Lakukan Korupsi
Siasat Menantu Nurhadi Lakukan Korupsi
Berita

Siasat Menantu Nurhadi Lakukan Korupsi

Dari pinjam rekening hingga beli tas mewah untuk istri.

Oleh:
Aji Prasetyo
Bacaan 3 Menit
Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi (tengah). Foto: RES
Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi (tengah). Foto: RES

Penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan Calvin Pratama sebagai saksi di sidang lanjutan kasus suap dan gratifikasi mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. Dalam persidangan, Calvin mengungkap bagaimana Rezky Herbiyono, menantu Nurhadi melakukan korupsi seperti penerimaan dari sejumlah pihak dan membelanjakannya dalam bentuk lain.

Calvin yang merupakan mantan staf Rezky Herbiyono di PT Herbiyono Energi Industri mengaku rekeningnya kerap dipinjam beberapa kali untuk menerima uang dengan total Rp10 miliar secara bertahap. Adapun rinciannya yaitu Rp1,5 miliar pada 16 Oktober 2015, 28 Desember 2015 sebesar Rp2,5 miliar, 29 Desember 2015 sebesar Rp1,8 miliar dan 22 Januari 2016 sebesar Rp5 miliar.

“Saudara jelaskan selain saudara nerima transferan dari Hiendra apa ada dari orang lain?” tanya jaksa. “Banyak,” jawab Calvin. Namun, ia mengaku tidak pernah menghitung berapa orang yang mengirimkan uang.

Calvin berkata seluruh uang yang dia terima dari sejumlah orang ini selalu disetor ke Rezky Herbiyono. Menurutnya uang yang diterima dari Hiendra Soenjoto itu digunakan untuk pribadi Rezky, salah satunya membayar gaji pegawai, membeli kendaraan hingga tas. Selain itu ia juga mengaku tidak mendapat apapun dari uang Hiendra itu. (Baca: Beda Respons KPK dan Pengacara Soal Dakwaan Nurhadi)

“Tidak sama sekali (mendapat bagian) karena emang transaksi apapun masuk ke rekening saya atas nama Rezky dilimpahkan lagi 100 persen,” ucap Calvin.

Selain itu, ia juga pernah diperintahkan Rezky untuk membeli lahan kelapa sawit senilai Rp13 miliar. Pembayaran dilakukan kepada Ko Iwan, rekan bisnis Rezky yang bertindak sebagai perantara. Kemudian, ia melihat dokumen-dokumen itu di balik nama atas nama Rezky dan Rizki Aulia. Saat ditanya darimana uang tersebut, Calvin mengaku tidak mengetahuinya.

“Jadi saat transaksi itu, pagi itu saya datang di dalam mobil sudah ada shop bag yang isinya Rp13 miliar tapi bentuknya dollar. Setelah itu dalam mobil sudah ada Pak Waskito Adi, sudah ada Pak Yoga sama Rezky, nah baru kita ke Bukopin Fatmawati, seingat saya itu terus Pak Waskito urus untuk buka ulang (rekening) atas nama saya, dibuka rekening dollar, baru saya turun setorkan uang dolar yang Rp13 miliar,” jelasnya.

Tags:

Berita Terkait