Sistem Kepemimpinan Monarki
Terbaru

Sistem Kepemimpinan Monarki

Sistem pemerintahan monarki merupakan sistem pemerintahan tertua di dunia. Monarki merupakan sistem politik yang didasarkan pada kedaulatan yang tidak terbagi atau kekuasaan satu orang. Istilah ini berlaku untuk negara-negara di mana otoritas dipegang oleh raja atau ratu.

Oleh:
Willa Wahyuni
Bacaan 2 Menit
Sistem Kepemimpinan Monarki
Hukumonline

Sistem kepemimpinan monarki masih dipegang teguh oleh sistem pemerintahan Inggris hingga saat ini. Sistem monarki memiliki arti bahwa suatu negara masih di pimpin oleh seorang raja atau ratu yang memiliki kekuatan utama pemegang kekuasaan yang mendominasi dalam suatu negara atau kerajaan.

Monarki merupakan sistem poliitk yang didasarkan pada kedaulatan yang tidak terbagi atau kekuasaan satu orang. Istilah ini berlaku untuk negara-negara di mana otoritas dipegang oleh raja atau ratu, yaitu seorang penguasa individu yang berfungsi sebagai kepada negara dan yang mencapai posisinya melalui keturunan.

Sebagai kepala negara, raja atau ratu menjalankan tugas konstitusional dan perwakilan yang telah berkembang lebih dari seribu tahun sejarah. Selain tugas  negara, raja atau ratu memiliki peran yang kurang formal sebagai kepala negara, ia juga bertindak sebagai fokus untuk identitas nasional, persatuan dan kebanggan, memberikan rasa stabilitas, dan kontinuitas.

Baca Juga:

Dalam pemilihan raja atau ratu, bisa dilakukan dengan dua cara yaitu hereditary monarch dan elective monarch. Hereditary monarch adalah pemberian status raja atau ratu yang didasarkan pada garis keturunan.

Contoh pemilihan hereditary monarch adalah jika seorang raja atau ratu meninggal atau turun tahta, maka tahta tersebut akan diturunkan kepada anak tertua. Jika raja atau ratu tersebut tidak memiliki anak, maka tahta akan jatuh pada saudara laki-laki atau sepupu laki-laki.

Kemudian, elective monarch adalah pemberian status raja atau ratu yang didasarkan pada pemilihan. Biasanya pemilihan ini dilakukan oleh kelompok elit kecil dalam suatu negara. Contoh pemilihan ini salah satunya pemilihan paus sebagai penguasa Vatikan.

Ada beberapa jenis sistem pemerintahan monarki. Jenis pemerintahan monarki dibagi atas monarki absolut, monarki konstitusional, da monarki parlementer

1. Monarki absolut

Monarki absolut adalah jenis pemerintahan monarki yang menempatkan kekuasaan raja atau ratu dalam posisi absolut. Hal ini berarti, raja atau ratu yang memimpin suatu negara memiliki kekuataan hukum, bahkan kata-kata yang diucapkan raja dan ratu bisa menjadi suatu kebijakan atau peraturan yang berlaku.

Raja atau ratu yang memimpin tidak memiliki konstitusi khusus. Kekuasaan eksekutif pemerintah dilaksanakan secara turun temurun. Sementara cabang yudikatif dan legislatif ditunjuk oleh dekrit kerjaan dan siapapun yang diangkat oleh raja dapat diberhentikan pula oleh raja.

2. Monarki konstitusional

Monarki konstitusional adalah dimana negara yang menganut sistem pemerintahan ini mempunyai badan pemerintah pusat seperti parlemen. Dalam sistem ini, raja atau ratu masih berperan sebagai pemimpin negara, namun mereka tidak bisa melakukan apapun sesuai keinginan.

Sistem pemerintahannya dilakukan oleh parlemen, dalam hal ini parkemen dan perdana menteri memegang kekuasaan untuk memutusan dan membuat undang-undang.

3. Monarki Parlementer

Monarki parlementer adalah sistem kerjaan yang di dalam pemerintahannya terdapat parlementer atau dewan perwakilan rakyat. Para menteri yang secara individu maupun keseluruhan, bertanggung jawab kepada parlemen tersebut.

Di dalam sistem pemerintahan monarki parlementer, raja merupakan lambag kesatuan negara, tidak dapat diganggu gugat, dan kedudukannya tidak dapat dipertanggungjawabkan sehingga raja tidak melakukan kesalahan.

Tags:

Berita Terkait