Strategi Altruist Lawyers Mengasah Kemampuan Area Praktik
Terbaru

Strategi Altruist Lawyers Mengasah Kemampuan Area Praktik

Terdapat strategi yang berbeda dalam mengamunisi para lawyer kantor hukum dengan keahlian practice area tertentu antara lawyer lulusan baru dengan lawyer berpengalaman. Untuk fresh graduate diharuskan mengerjakan seluruh lingkup pekerjaan terlebih dahulu, sedangkan untuk experienced lawyer diikutsertakan dalam pelatihan-pelatihan khusus.

Ferinda K Fachri
Bacaan 3 Menit
Partner Altruist Lawyers Bobby C. Manurung dan Febryan R. Yusuf, Senior Associate Alfit Jenifer di sela kunjungannya ke kantor Hukumonline, Rabu (5/6/2024). Foto: FKF
Partner Altruist Lawyers Bobby C. Manurung dan Febryan R. Yusuf, Senior Associate Alfit Jenifer di sela kunjungannya ke kantor Hukumonline, Rabu (5/6/2024). Foto: FKF

Sebagai profesi yang memberi jasa hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan, lawyer dihadapkan pada berbagai keahlian area praktik. Dengan perkembangan zaman yang begitu pesat, saat ini lawyer yang menyematkan predikat keahlian di bidang tertentu nampaknya menjadi hal yang lumrah atau bahkan esensial dilakukan. Guna mengasah para lawyer dalam menguasai area praktik, setiap kantor hukum mempunyai cara dan strategi masing-masing.

“Dari kami biasanya bagi jadi dua ya. Pertama untuk Associate sendiri apakah masuk dari fresh graduate atau hire yang experienced lawyer? Karena strateginya berbeda,” ujar Partner Altruist Lawyers Bobby C. Manurung di sela kunjungannya ke kantor Hukumonline, Rabu (5/6/2024).

Baca Juga:

Bagi fresh graduate, sambung Bobby, biasanya akan ditanyakan ketertarikan di bidang tertentu dalam area praktik kantor hukum. Namun pada akhirnya, mereka akan dihadapkan untuk mengerjakan berbagai tugas yang kemudian kinerjanya dievaluasi per 6 bulan untuk menimbang kembali keselarasan antara minat dengan kemampuan yang dimilikinya.

“Jadi Associate lawyer yang masih fresh graduate itu memang tidak kita tempatkan di divisi tertentu, tapi harus menerima seluruh pekerjaan dari Partner dan Senior Associate. Per 6 bulan kita akan ada review. Kalau di kami sudah terbukti, hampir seluruh Associate kami itu dari internship dan mereka berkembang. Kalau kita rasa mereka cocok di divisi litigasi atau corporate baru kita maksimalkan,” sambung Partner Altruist Lawyers Febryan R. Yusuf dalam kesempatan yang sama.

Sedangkan experienced lawyers yang bergabung dengan kantornya akan diikutsertakan dalam program pelatihan khusus yang berkaitan dengan keahlian yang hendak difokuskan. “Kalau experienced lawyer itu biasanya kami ikutkan short course dan workshop. Misal ada short course pasar modal atau dari Asosiasi Kurator, itu biasanya kami ikutkan untuk pengembangan (keahlian practice area),” kata dia.

Guna pengembangan dari keahlian area praktik kalangan lawyer di lingkungan Altruist Lawyers sendiri, para partner terus memperhatikan perkembangan setiap individu timnya. Lawyer fresh graduate yang baru bergabung di industri jasa hukum sekalipun diberikan kepercayaan untuk mengetahui materi dari suatu perkara yang bergulir maupun dasar-dasar pekerjaan yang harus diketahui.

“Ketika seorang fresh graduate baru lulus dari Fakultas Hukum, dia tidak boleh memilih-milih kerjaan. Karena minat itu terbangun seiring dengan banyaknya jam terbang. Jadi belum tentu hari ini dia bagian non litigasi, bisa jadi 5 tahun kemudian passion-nya di litigasi? Makanya sangat penting mengetahui atau menerima seluruh area hukum. Expertise itu akan terbangun (dengan sendiri, red) seiring dengan peminatan setelah lamanya jam terbang dan perkara yang ditangani.”

Febry memandang dewasa ini penguasaan seorang lawyer di bidang area praktik tertentu secara khusus menjadi hal yang critical (kritis) untuk dimiliki. Mengingat seiring semakin berkembangnya dunia hukum, menandai akan semakin banyak dan luas bidang praktik hukum yang dimaksud. Membuat keahlian area praktik jadi aspek yang seyogyanya menjadi perhatian lawyer tanah air.

“Karena makin berkembangnya dunia hukum, semakin banyak dan luasnya bidang praktik. Maka dari itu, sangat penting memiliki expert di bidang (tertentu). Karena kalau in general (secara umum)menurut pemahaman saya kita hanya tahu sebatas kulitnya saja, tidak mendalam terkait penanganan kasus. Expertise itu di tahun ini maupun mendatang akan sangat penting bagi para lawyer. Apalagi kita bekerja di industri bisnis jasa hukum.”

Tags:

Berita Terkait