Pojok MPR-RI

Tanamkan Nilai Empat Pilar Melalui Festival Budaya Gorontalo

Tujuannya agar generasi muda mencintai budayanya, dan dapat mengangkat budaya tersebut di dunia global.

Oleh:
RED
Bacaan 2 Menit
Tanamkan Nilai Empat Pilar Melalui Festival Budaya Gorontalo
Hukumonline

Sejak era refomasi, Pancasila seakan tak lagi bersarang dalam pikiran warga bangsa Indonesia. Bahkan, lidah pun jarang mengucapkannya. Maka wajar, kalau ada yang lupa atau salah mengucapkan teks Pancasila. Anggota MPR Fraksi Gerindra Elnino M. Husein Mohi punya cerita menarik mengenai hal itu. Dia mendapat cerita dari temannya, seorang kepala sekolah. Sewaktu menjadi pembina upacara pernah keliru membaca Pancasila, semestinya lima menjadi enam sila. Soalnya, dia menyebut sila pertama Pancasila, kedua Ketuhanan Yang Maha Esa dan seterusnya.

 

Ini adalah cara Elnino untuk menunjukkan alasan kenapa orang bisa salah. Menurut anggota MPR dari dapil Gorontalo ini, karena Pancasila itu sudah lama tidak ada di pikiran, di lidah kebanyakan orang. Maka menjadi wajar terjadi kesalahan. Oleh karena itulah, lanjut Elnino, MPR menyelenggarakan Sosialisasi Empat. Agar Pancasila tidak hanya sekedar menjadi hastag: Saya Pancasila, tapi Pancasila betul-betul harus kita jaga. Bagaimana cara menjaga? Elnino menegaskan, kita harus menyadari bahwa kita adalah orang yang ber-Ketuhanan Maha Esa, kita orang yang berperikemanusiaan, dan harus bersatu. “Kita tidak boleh saling mem-bully,”  ujarnya dalam  acara sosialisasi Empat Pilar MPR di Gorontalo, Sabtu (1/12) malam.

 

Kegiatan tersebut merupakan  seni budaya untuk pertama kalinya diselenggarakan di Bumi Limboto tersebut. Bahkan pertama kali pula Sosialisasi Empat Pilar diselenggarakan di pusat perdagangan mal. Menurutnya masyarakat harus selalu menyelesaikan masalah dengan musyawarah dalam hikmah dan kebijaksanaan untuk mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 

 

Malam itu, bertempat di Atrium Mall Gorontalo, Festival Budaya Gorontalo dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar MPR dibuka oleh Asisten II Bidang Pembangunan Pemprov Gorontalo, Sultan Rusdi. Ratusan peserta berbaur dengan pengunjung mall tampak antusias menyaksikan acara Festival Budaya Gorontalo itu. Ada tarian tradisional Gorontalo yang dibawakan penari dari sanggar Meca Dancer, pembacaan puisi dalam bahasa Gorontalo (Tanggomo), Band, dan Stand Up Comedy.

 

Selain beragam seni budaya Gorontalo, acara festival budaya ini juga diselingi Talkshow, dengan narasumber, Elnino, Sultan Rusdi, dan Muhamad Jaya. Dalam sesi tanya jawab, seorang peserta menanyakan tentang masih banyak fakir miskin dan anak-anak terlantar di kota-kota besar. Menjawab pertanyaan itu, Elnino menyatakan, anak-anak terlantar harus dipelihara negara. Negara yang dimaksudkan adalah lembaga-lembaga negara, tapi yang melaksanakan sembilan puluh persen (90%) adalah Presiden.

 

Meski acara ini diselenggarakan di tengah keramaian pengunjung mall, ternyata cukup menarik perhatian dan dinilai sukses. Kepala Bagian Pemberitaan, Hubungan Antar Lembaga, dan Layanan Informasi Biro Humas MPR, Muhamad Jaya, dalam laporannya menyebutkan, acara ini luar biasa. Selain sosialisasi dengan metode pageralan seni budaya ini pertamakali diselenggarakan di Provinsi Gorontalo, acara ini juga pertama kali diselenggarakan di sebuah mall.

 

Sementara Muhamad Jaya berpandangan bahwa anggota MPR memiliki  kewajiban untuk melakukan Sosialisasi Empat Pilar MPR. Sosialisasi dilakukan dengan berbagai metode, seperti Training of Trainers (ToT), Lomba Cerdas Cermat (LCC), Outbound, Kemah Empat Pilar, dan sebagainya. “Malam ini, di Gorontalo, sosialisasi Empat Pilar dikemas dalam bentuk Festival Budaya,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya:
Tags: