Terbaru

Cara Membuat Tanda Tangan Online dan Dasar Hukumnya

Tanda tangan online merupakan hal yang wajib diperhatikan bahkan dimiliki di masa kini. Dalam peraturan perundang-undangan, tertuang syarat sah dan berlakunya tanda tangan online.

Oleh:
Tim Hukumonline
Bacaan 7 Menit
Ilustrasi tanda tangan. Sumber: pexels.com
Ilustrasi tanda tangan. Sumber: pexels.com

Di tengah ramainya aktivitas digital, frekuensi pembubuhan tanda tangan online pun semakin meningkat. Tidak hanya dalam pekerjaan, berbagai transaksi kini membutuhkan tanda tangan online sebagai syarat penyelesaian. Akan tetapi, apakah tanda tangan online semata-mata hanya bentuk digitalisasi tanda tangan? Atau justru ada aturan hukum mendasar yang mengaturnya? Simak ulasan selengkapnya.

Konsep Tanda Tangan dalam Hukum

KBBI mendefinisikan tanda tangan sebagai lambang nama yang dituliskan dengan tangan oleh orang itu sendiri sebagai penanda pribadi (telah menerima dan sebagainya). Dalam hukum, tanda tangan berfungsi untuk mengesahkan atau mendeklarasikan sesuatu. Bentuk tanda tangan dapat dibuat sesuai keinginan dengan suatu susunan huruf atau tanda berupa tulisan serta lengkungan-lengkungan yang layaknya seperti sebuah tulisan.

Bentuk tanda tangan tidak harus menyerupai tulisan, melainkan dapat berupa “tanda” yang lain. Eva Laela Fakhriah, Guru Besar Hukum Acara Perdata Universitas Padjadjaran, mengatakan bahwa secara tradisional wujud tanda tangan berupa goresan tulisan tangan dengan tinta basah di atas kertas. Selain itu, tanda tangan juga dapat berbentuk cap khusus. Konsekuensi hukum keduanya, baik tanda atau cap, adalah sama. Oleh karenanya, cap tanda tangan tidak boleh lepas dari pemiliknya.

Konsep tanda tangan dan penggantiannya dengan cap dan aturan hukumnya tertuang dalam Pasal 1874 KUH Perdata. Pada intinya, dalam pasal ini, tanda tangan dapat disamakan dengan pembubuhan suatu tanda (cap jempol). Aturan ini berlaku apabila subjek hukum yang dimaksud mengetahui isi surat yang diberikan tanda dan setuju untuk bertanggung jawab atas isi tulisan yang diberi tanda.

Apa itu Tanda Tangan Online?

Dalam peraturan perundang-undangan, tanda tangan online lebih dikenal sebagai tanda tangan elektronik. Pasal 1 angka 12 UU ITEjo. UU 19/2016 mendefinisikan tanda tangan elektronik sebagai tanda tangan yang terdiri atas informasi elektronik yang dilekatkan, terasosiasi, atau terkait dengan informasi elektronik lainnya yang digunakan sebagai alat verifikasi dan autentikasi.

Merujuk definisi ini, Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI) menerangkan bahwa tanda tangan elektronik berfungsi sebagai alat untuk memverifikasi dan autentifikasi atas identitas penanda tangan sekaligus untuk menjamin keutuhan dan keautentikan dokumen. Tanda tangan elektronik mempresentasikan identitas penanda tangan yang diverifikasi berdasarkan data pembuatan tanda tangan elektronik, di mana data pembuatan tanda tangan elektronik dibuat secara unik yang hanya merujuk kepada si penanda tangan.

MA RI juga menerangkan bahwa sifat tanda tangan, baik manual maupun elektronik, adalah unik. Dalam konteks ini, tanda tangan elektronik seseorang akan berbeda dengan tanda tangan orang lain. Tanda tangan elektronik merupakan kombinasi dari fungsi hash dan enkripsi dengan metode asimetrik. Fungsi hash merupakan fungsi satu arah dan akan menghasilkan nilai unik untuk setiap data yang dimasukkan. Oleh karena itu, jika ada perubahan satu bit saja pada konten dokumen, nilai hash yang dihasilkan akan berbeda. Nilai hash kemudian dienkripsi menggunakan private key, selanjutnya nilai dari hasil enkripsi tersebut dikenal sebagai nilai signature dari suatu dokumen.

Tags:

Berita Terkait