Terorisme: Pengertian, Faktor Penyebab, dan Jenis-Jenisnya
Terbaru

Terorisme: Pengertian, Faktor Penyebab, dan Jenis-Jenisnya

Terorisme adalah perbuatan yang menimbulkan suasana teror secara meluas, yang dapat menimbulkan korban yang bersifat massal.

Oleh:
Tim Hukumonline
Bacaan 4 Menit

Tukina dalam Tinjauan Kritis Sosial: Terorisme di Indonesia menerangkan bahwa setidaknya ada tujuh hal yang menjadi faktor penyebab terorisme Indonesia. Ketujuh hal berikut perlu diwaspadai sebagai cara mengatasi terorisme di lingkungan sekitar.

  1. Pemahaman keagamaan yang tidak lengkap

Ketidaksempurnaan seseorang dalam memahami ajaran agama merupakan salah satu faktor penyebab terorisme. Ketidaksempurnaan ini mengakibatkan pemahaman agama menjadi sarat akan kepentingan pribadi. Unsur kepentingan pribadi inilah yang membuat seseorang menjadi pembenar dan melahirkan terorisme.

  1. Kemiskinan

Teroris dan kemiskinan merupakan kondisi yang saling melengkapi. Kemiskinan merupakan alasan untuk membungkus nafsu emosional yang meyakini perjuangan seseorang adalah benar dan meyakini nilai-nilai terorisme sebagai hal yang benar.

  1. Pergaulan yang salah

Pada umumnya, teroris berkembang selayaknya sel hidup; mengandalkan jaringan lain. Dalam konteks ini, untuk berkembang, gerakan ini membutuhkan keterlibatan banyak pihak atau anggota. Saat seseorang masuk ke pergaulan yang salah, ia akan dihadapkan dengan pemahaman berbeda sebagai pembenaran. Tidak jarang, para anggota yang ada dalam jaringan terorisme telah disumpah dengan maksud terikat sebuah kontrak mati.

  1. Pengangguran

Faktor pengangguran sebetulnya bukanlah penyebab utama. Akan tetapi, meski tidak dominan, pengangguran berperan dalam pencarian pelaku terorisme. Jaringan terorisme akan menyasar pengangguran sebagai anggota dengan iming-iming “hadiah berharga”, seperti uang, jaminan keluarga, serta mati syahid.

  1. Masalah kenegaraan

Dari beberapa kasus, sebagian tokoh utama terorisme menyebutkan bahwa gerakan teror yang dilakukan merupakan upaya dari ketidakadilan dalam masalah kenegaraan (misalnya Palestina dan Israel). Perlakuan yang dinilai tidak adil terhadap suatu negara yang memiliki kesamaan (agama) memicu rasa benci dan melahirkan terorisme.

  1. Ketidakadilan dan ketimpangan

Saat ini pusat pembangunan dunia masih berpusat di Amerika. Oleh karenanya, muncul ketidakadilan dan ketimpangan dalam proses pembangunan dunia. Ketidakadilan dan ketimpangan ini memantik ketidaksukaan dan menjadikan Amerika sebagai sasaran aksi teror.

Halaman Selanjutnya:
Tags:

Berita Terkait