Tips Membina Hubungan Baik dengan Klien Asing Ala APF Law Firm
Utama

Tips Membina Hubungan Baik dengan Klien Asing Ala APF Law Firm

Ada sejumlah aspek yang harus diperhatikan dalam membina komunikasi dan hubungan yang baik antara law firm dengan klien, diantaranya kemampuan berbahasa asing, international exposure, memahami tren bisnis, dan seorang yang mengerti aspek komersial.

Ferinda K Fachri
Bacaan 5 Menit

“Membina komunikasi dengan klien itu bisa dengan memberi kontribusi menjadi pembicara, menolong dia (klien potensial). Kita juga harus bisa melihat tren bisnis, membiasakan diri (dengan tren bisnis terbaru) membaca artikelnya, added value dari sisi lain seperti regulasinya. Buka Hukumonline, regulasi barunya seperti apa?" lanjut Tjahyono.

Kepekaan lawyer terhadap tren bisnis yang terus berkembang dari waktu ke waktu, kata Tjahyono, menjadi hal yang harus dikembangkan secara kontinu. “Bisnis asing berubah, Indonesia pasti akan mengikuti. Carbon credit (contohnya), kita mengikuti. Klien kita adalah salah satu pihak awal yang melakukan registrasi di Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim di Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim. Kita membantu mereka memberikan advis tentang bisnis mereka, hubungan kontraktual mereka dan juga tentang proses regulatori dan registrasi sesuai hukum di Indonesia." 

Alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) dan American University Washington School of Law itu berpandangan hubungan yang sepatutnya dibina law firm ialah hubungan yang menghasilkan bisnis. Maka dari itu, ia mengingatkan pentingnya pemahaman mumpuni seorang lawyer terhadap tren bisnis amat diperlukan. Mengingat klien atau klien potensial bukan hanya sebatas berkonsultasi ingin mengetahui nomor peraturan perundang-undangan, melainkan juga untuk mengetahui implikasinya terhadap bisnis mereka.

“Untuk yang muda-muda supaya kenal law firm internasional atau klien asing itu tidak bisa langsung overnight dapat (klien) dari luar itu tidak bisa. Harus (hubungan dan komunikasi) dibina selama bertahun-tahun. Untuk law firm yang ingin mengenal klien asing mungkin datang di seminar, atau organisasi seperti International Bar mungkin. Tapi paling penting bekerja dulu (pada suatu firma hukum nasional/internasional yang banyak melakukan transaksi, perkara litigasi/non-litigasi internasional atau perusahaan multinasional, sehingga mendapat international exposure). Tidak ada cara lain,” sambung Erwin.

Pada akhirnya, kunci dari hubungan yang terbina baik adalah dengan menjaga komunikasi dengan klien, menjaga kepercayaan, dan jangan sampai mengecewakan klien. “Kalau saya ada namanya QCDS, ini dari saya ya. Quality, Cost, Delivery, and Service. Kualitas harus bagus, biayanya juga harus masuk akal, penyampaian juga harus tepat waktu, serta layanan yang baik yang dapat membina hubungan kita dengan rekan-rekan bisnis kita (termasuk terkadang memberikan masukan dan informasi secara gratis) untuk membina hubungan,” terangnya. 

Ketiga Founding Partner AFP Law Firm Masuk Hall of Fame 

Dalam kesempatan ini, ketiga pendiri AFP Law Firm memperoleh plakat atas rekognisi dalam daftar Hall of Fame - Top Indonesian Law Schools 2023. Ini sebuah daftar yang berisi ratusan nama alumni bergelar sarjana hukum dan almamaternya berikut memuat deretan advokat yang menempati kursi partner kantor hukum. 

“Kita mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh Hukumonline kepada ketiga Partner APF Law Firm. Kita dimasukkan dalam list Hall of Fame - Top Indonesian Law Schools 2023. Kami menerima penghargaan ini sebagai suatu apresiasi dan tanda bahwa proses yang kita laksanakan dari bangku kuliah sampai sekarang ini diapresiasi oleh Hukumonline sebagai media yang profesional,” ungkap Managing Partner APF Law Firm, Tjahyono.

Tags:

Berita Terkait