Utama

Tips untuk Mahasiswa Hukum Jika Ingin Bekerja di Legal Tech

Perlu diingat bahwa pelayanan profesi hukum di legal-tech berbeda dengan konvensional.

Oleh:
Fitri Novia Heriani
Bacaan 4 Menit
Acara Hukumonline Campus Roadshow bertajuk Goes to Universitas Jember: A Guide to Working In The Legal-Technology Industry, Kamis (30/6). Foto: HOL
Acara Hukumonline Campus Roadshow bertajuk Goes to Universitas Jember: A Guide to Working In The Legal-Technology Industry, Kamis (30/6). Foto: HOL

Kemajuan teknologi merupakan suatu keniscayaan. Teknologi akan membawa pembaharuan terhadap tatanan kehidupan umat manusia. Hari ini sendi-sendi kehidupan sudah memanfaatkan kemajuan teknologi, seperti dunia digital.

Salah satu hasil teknologi adalah kecerdasan buatan atau Artificial intelligence (AI). Kecerdasan buatan adalah kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah atau bisa disebut juga intelegensi artifisial atau hanya disingkat AI, didefinisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah. 

Menurut Dosen Fakultas Hukum Universitas Jember (FH UNEJ), Ermanto Fahamsyah, keberadaan AI akan berpengaruh pada calon sarjana hukum. Karena AI dirancang untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan dan mengembangkan kualitas hidup. Dalam hal perencanaan, AI juga membantu manusia untuk mencari pemecahan masalah, memiliki kemampuan berfikir dan membantu berbagai kegiatan manusia demi efisiensi, produktivitas yang besar dan penghematan biaya. Sehingga AI menjadi ancaman tersendiri bagi profesi hukum yang selama ini dibebankan oleh pekerjaan yang berlebih.

“Beredarnya stigma pada industri hukum work of loud. Jadi AI hadir untuk meringankan beban kerja profesional di bidang hukum sempeti lawyer, notaris, dan lain-lain,” kata Ermanto dalam Hukumonline Campus Roadshow bertajuk “Goes to Universitas Jember: A Guide to Working In The Legal-Technology Industry”, Kamis (30/6).

Baca Juga:

Melihat potensi ancaman tersebut, industri hukum harus berbenah dan melakukan inovasi untuk mengikuti perkembangan teknologi atau disebut dengan legal-tech. Misalnya saja hari ini konsultasi hukum sudah bisa dilakukan secara daring. Hal ini dilakukan oleh Hukumonline untuk menjawab kebutuhan masyarakat era milenial lewat Justika.com.

Namun perlu diingat bahwa secara pelayanan advokat di legal-tech berbeda dengan konvensional. Mitra Justika Taufan Adi Wijaya menyampaikan bahwa mahasiswa hukum yang ingin terjun ke legal tech harus mampu dan siap menjawab tantangan. Dia mengungkapkan beberapa tips yang perlu disimak.

Tags:

Berita Terkait