Top 5 Kampus Hukum Indonesia 2023, Ini Kuliah Wajib di FH Unpad
Terbaru

Top 5 Kampus Hukum Indonesia 2023, Ini Kuliah Wajib di FH Unpad

Berakreditasi internasional dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA). Masuk peringkat 301-350 dunia dari QS World University Rankings (QS WUR) 2023.

Normand Edwin Elnizar
Bacaan 4 Menit
Dekan FH Unpad Idris. Foto: WIL
Dekan FH Unpad Idris. Foto: WIL

Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (FH Unpad) adalah salah satu dari 350 kampus hukum terbaik di dunia tahun 2023 versi QS WUR. Peringkat dunia itu membawa FH Unpad secara otomatis termasuk 5 kampus hukum top Indonesia. Hal itu karena hanya lima kampus hukum Indonesia yang masuk daftar QS WUR 2023 sebagai kampus bereputasi tingkat dunia.

Sejarah FH Unpad berawal semula bernama Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (FHPM) didirikan secara resmi berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 1957 tentang Pendirian Unpad tanggal 24 September 1957. FH Unpad merupakan salah satu dari empat fakultas yang menjadi cikal bakal Unpad.

“Mahasiswa harus menuntaskan minimal 153 SKS untuk menjadi sarjana hukum di FH Unpad,” kata Dekan FH Unpad Idris kepada Hukumonline. Idris mengatakan mahasiswa bisa menyelesaikannya dalam 3,5 tahun atau 7 semester. Selain itu, mahasiswa harus mengambil salah satu dari sembilan Program Kekhususan untuk menjadi fokus penuntasan tugas akhir kelulusan.

Baca Juga:

Ada empat pilihan tugas akhir karya penulisan hukum yang berlaku di FH Unpad. “Ada empat, pertama adalah skripsi. Kedua, legal memorandum. Ketiga, adalah studi kasus. Keempat adalah yang baru yaitu menerbitkan artikel jurnal,” kata Idris. Artikel jurnal adalah tugas akhir paling ringkas cukup dengan 15 halaman, tetapi harus sampai diterbitkan. “Terbit di jurnal akreditasi Sinta 2 sudah bisa dapat nilai A,” katanya lagi.

Pilihan tugas akhir ini masih akan dikembangkan oleh Idris dan jajarannya. Ia berencana mengusulkan dua pilihan lain. Pertama adalah karya kreatif yang berdampak sosial. Misalnya, hasil karya hukum dalam Program Kreativitas Mahasiswa atau konten hukum kreatif di YouTube dengan penonton yang sangat banyak. Kedua adalah mengkonversi berkas dalam kompetisi peradilan semu internasional yang berhasil dimenangkan.

“Misalnya Jessup International itu kan lama prosesnya sampai 6 bulan. Bisa saja dikonversi bobotnya jadi tugas akhir 5 SKS,” ujar Idris.  

Tags:

Berita Terkait