Berita

Uni Eropa-Indonesia Dorong Pembangunan Ekonomi Hijau dan Berkelanjutan

Total proyek kerja sama Uni Eropa-Indonesia yang dikerjakan Indonesia mencapai 400 juta Euro, dan khusus untuk menangani Covid-19 mencapai 200 juta Euro.

Oleh:
Ady Thea DA
Bacaan 2 Menit
Foto: thepalmscribe.id
Foto: thepalmscribe.id

Kerja sama pembangunan Uni Eropa (EU)-Indonesia yang berjalan lebih dari 40 tahun telah menghasilkan banyak capaian. Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Vincent Piket mengatakan kerja sama yang dijalin selama ini telah menghasilkan capaian, antara lain mengurangi ketimpangan, merespon perubahan iklim, dan mendukung pembangunan sektor privat.

Vincent menjelaskan kerja sama Uni Eropa-Indonesia telah melahirkan sejumlah proyek senilai 400 juta Euro dan khusus untuk menangani Covid-19 sebesar 200 juta Euro. Dia mengatakan pandemi Covid-19 menjadi ujian yang dihadapi berbagai negara. Setelah pandemi berakhir, kerja sama yang dijalin ke depan harus lebih mengutamakan pembangunan ekonomi hijau dan berkelanjutan.

Uni Eropa juga telah menyiapkan program bantuan untuk menggulirkan program tersebut. “Kerja sama ke depan harus lebih menekankan pembangunan ekonomi hijau dan berkelanjutan karena ancaman semakin nyata seperti krisis iklim,” kata Vincent dalam acara peluncuran “EU-Indonesia Cooperation Publication 2020” secara daring, Kamis (17/9/2020).

Berbagai bentuk kerja sama EU-Indonesia, antara lain di bidang pertumbuhan ekonomi hijau dan lingkungan seperti The ARISE Plus-Indonesia Trade Support Facility, merupakan kerja sama yang fokus mendorong peningkatan performa dan kompetitif Indonesia di bidang perdagangan global (global value chains). Kemudian mempromosikan investasi berkelanjutan di Indonesia dengan dukungan bank pembangunan dari berbagai negara anggota EU.

Proyek SWITCH-Asia, mendukung konsumsi dan produksi berkelanjutan, antara lain di bidang pertanian dan perikanan. Untuk sektor masyarakat sipil dan pemerintahan, bentuk kerja sama yang dihasilkan, salah satunya mendukung organisasi masyarakat sipil dalam mempromosikan HAM, akses terhadap pendidikan, demokrasi, persamaan gender, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Ada juga proyek khusus yang fokus mendorong kapasitas pemerintah daerah, pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDGs) di daerah, dan memberdayakan kelompok marjinal. Kerja sama EU-Indonesia juga meliputi sektor kesehatan antara lain EU dan negara anggotanya berkontribusi lebih dari 293 juta Dollar AS untuk memerangi AIDS, TBC, dan malaria pada periode 2020-2022.

Bantu penanganan Covid-19

Tim Eropa juga dibentuk untuk membantu Indonesia menangani pandemi Covid-19 dengan total bantuan lebih dari 200 juta Euro. Bantuan itu ditujukan antara lain untuk membantu menangani dampak pandemi Covid-19 di sektor kesehatan, sosial-ekonomi, dan kesehatan publik.

Tags:

Berita Terkait