Rabu, 02 February 2005

Michael Villareal: Tugas Saya Cuma Memfasilitasi, Bukan Memberi Fasilitas

Saya datang ke Indonesia atas izin Pemerintah. Selama saya diizinkan saya akan tetap di sini. Kalau saya tidak diterima dan tidak diizinkan, saya pulang saja. Saya kan punya kampung.
Mys

Tunangan aktris Sophia Latjuba, Michael Villareal, membantah tuduhan keterlibatan dirinya dalam skandal suap Monsanto kepada sejumlah pejabat Indonesia. Sepanjang menjalankan tugas selaku konsultan investasi dari PT Harvest International, kata Michael, ia hanya memfasilitasi perusahaan yang ingin melakukan investasi di Indonesia. Bisa dikatakan lobi, membantu atau memfasilitasi. Bukan memberikan fasilitas (kepada pejabat), ujarnya.

 

Tugas fasilitasi itu antara lain mengurus perizinan perusahaan-perusahaan asing yang hendak mendapatkan izin usaha di Indonesia. Dalam kasus kapas transgenik , tugas Michael adalah melakukan lobi personal dengan pejabat terkait. Sementara, penjelasan teknis mengenai produk sepenuhnya diberikan oleh kliennya, dalam hal ini Monsanto atau afiliasinya PT Monagro Kimia.

 

Penjelasan Michael disampaikan kepada wartawan usai memberi keterangan atas undangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan Veteran III Jakarta Pusat, Rabu (2/2) sore. Michael datang didampingi penasehat hukumnya Hotman Paris Hutapea. Sehari sebelumnya mereka juga sudah datang ke KPK tetapi gagal memberikan penjelasan.

 

Hotman membantah kalau kliennya diperiksa, melainkan diundang untuk berdiskusi. Namun di ruangan KPK, Michael justeru berdiskusi' dengan penyidik KPK dari kepolisian Jaswardhana, didampingi dua staf Anatomi Muliawan dan Adil T Surowidjojo. Dalam diskusi' itu, Michael diajukan sekitar 30 pertanyaan. Pertanyaan masih terfokus pada pekerjaan dan tugas-tugas Michael di Harvest International, kaitannya dengan Monsanto Company, dan perkenalan dia dengan sejumlah pejabat Departemen Pertanian dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

 

Nama Michael selama ini santer disebut sebagai orang yang banyak tahu tentang penyuapan pejabat Indonesia oleh Monsanto. Mantan Menteri LH Nabiel Makarim dan mantan Menteri Pertanian Bungaran Saragih pun mengaku kenal Michael dan Harvey Goldstein dan tidak membantah adanya lobi dari kedua petinggi Harvest International itu.

 

Namun dalam pemeriksaan Michael tegas membantah terlibat penyuapan. Menurut pria warga negara Amerika Serikat itu, terlalu naif jika perusahaan asing seperti Monsanto menggunakan orang asing juga kalau mau menyuap pejabat Indonesia. Terlalu high-profile (kalau masih menggunakan orang asing untuk menyuap), tandasnya.

 

Michael juga begitu yakin bahwa dirinya tidak akan dijadikan tersangka oleh KPK, dan tidak akan dicekal Pemerintah. Kalaupun tidak disukai di sini, ia mengaku bisa pulang ke kampung halamannya di Amerika Serikat. Kasus Monsanto tidak mengusik dirinya untuk segera hengkang dari Indonesia. Sebab, Michael merasa apa yang dia lakukan selama menjadi konsultan Harvest berada di jalur yang benar. Saya hanya membantu mereka mendapatkan izin secara normal dan legal, katanya.

 

Pada kesempatan yang sama, pengacara Michael, Hotman Paris Hutapea membenarkan bahwa kliennya sudah pernah diundang ke Amerika Serikat (AS) untuk memberikan penjelasan di depan grand jury. Cuma, Michael dan Hotman tutup mulut sepanjang mengenai materi pemeriksaan di AS dan settlement yang dibuat Monsanto dengan Departemen Kehakiman dan Security Exchange Commission (SEC) Negeri Paman Sam itu. Alasannya, Michael terikat sumpah untuk tidak membocorkan keterangannya di sana, sementara Horman terikat kewajiban untuk menjaga rahasia klien.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua