Senin, 07 February 2005

Tiga Advokat Produksi Sinetron Bareng

Gusti Randa, Trimedya Panjaitan, dan Gayus Lumbuun bersama-sama membuat sinetron tentang pekerja seks komersial. Sekadar iseng atau ingin menyaingi raja sinetron Raam Punjabi?
Amr






Pernah menyaksikan sinetron berjudul P yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta nasional. Sinetron yang diperankan antara lain oleh aktris Nafa Urbach ini ternyata diproduksi oleh tiga orang advokat yang namanya sudah tak asing lagi yaitu Gusti Randa, Trimedya Panjaitan, dan Gayus Lumbuun.

Dalam sinetron yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo itu, Gusti bertindak selaku produser sekaligus pemain di dalamnya. Sementara, Trimedya dan Gayus hanya ambil bagian sebagai co-produser. Kebetulan keduanya adalah sama-sama anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) dan anggota Komisi III DPR yang membidangi masalah hukum.

Tentang keterlibatannya di dalam sinetron itu, Trimedya mengatakan bahwa hal itu bermula dari tawaran Gusti. Saya diajak Gusti Randa yang bilang dia punya slot di RCTI, kata Ketua Umum DPP Serikat Pengacara Indonesia (SPI) itu saat ditemui hukumonline di gedung DPR (1/2). Gusti sendiri juga adalah anggota SPI.

Meski dibidani oleh tiga orang advokat, P bukanlah sinetron yang menceritakan dunia keadvokatan. Sinetron ini berkisah tentang pekerja seks komersial (PSK) usia belasan tahun yang biasa menjajakan diri di Simpang Lima, Semarang. PSK usia muda ini disebut dengan ciblek, akronim dari cilik-cilik betah melek (kecil-kecil jagoan begadang).

Namun, Trimedya tetap menganggap cerita yang diangkat di dalam P menarik karena mengisahkan perjuangan seorang perempuan. Selain itu, Trimedya mengaku tertarik pada dunia sinetron karena pernah aktif di teater kampusnya dulu, Universitas Pancasila, Jakarta. Yang pasti, hobi Trimedya dalam hal seni peran tidak ada kaitannya dengan wajahnya yang mirip orang India sehingga ia sering dipanggil Bombay oleh kawan dekatnya.

Menilik sepak terjang ketiga advokat ini juga cukup menarik. Selain dikenal sebagai advokat, ketiganya adalah politisi partai-partai besar di negeri Indonesia. Gusti Randa sempat tercatat sebagai calon legislatif dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), meski nasibnya tidak seberuntung dua rekannya itu. Hari-hari ini, seperti diberikan di sejumlah infotainment, Gusti tengah disibukkan dengan sengketa dengan pemodal baru sinetron P. Padahal, P baru tayang lima episode sampai Senin (31/1) kemarin.

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua