John Grisham akan Tulis Kisah Nyata Tentang Atlit Terpidana Mati
Berita

John Grisham akan Tulis Kisah Nyata Tentang Atlit Terpidana Mati

Buat para penggila novel terutama novel-novel hukum, nama John Grisham pasti telah akrab di telinga. Dikabarkan, Grisham akan menambah satu bumbu' baru dalam karyanya yang segera diluncurkan–-kisah nyata.

Oleh:
Amr
Bacaan 2 Menit
John Grisham akan Tulis Kisah Nyata Tentang Atlit Terpidana Mati
Hukumonline

Pada 1986, Williamson ditahan karena dugaan pemerkosaan dan pembunuhan seorang gadis Oklahoma berusia 21 tahun.  Williamson pun kemudian diajukan ke pengadilan.  Pada 1999, saat dia sedang menanti eksekusi matinya yang tinggal hitungan hari, tes DNA secara mengejutkan membuktikan bahwa dia tidak bersalah.

Meski berujung happy ending, namun pada 2004 Williamson meninggal akibat penyakit liver yang dideritanya.  Saat meninggal ia berusia 51 tahun.  Sekalipun pada puncak kreatifitas saya, tidak mungkin saya membayangkan kisah yang sehebat kisah Ron Williamson, ucap Grisham.  Namun, para penggemar Grisham mesti sedikit bersabar karena buku ini rencananya baru akan dirilis tahun depan.

Dilaporkan pula bahwa Grisham bukanlah penulis novel persidangan pertama yang menjajal menulis non-fiksi.  Pada 2003, Scott Turow pernah menulis karya non-fiksi berjudul Ultimate Punishment yang juga bertemakan soal pidana mati.  Turow juga adalah penulis novel-novel laris yang banyak karyanya telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia termasuk Presumed innocent dan The Burden of Proof

Perjalanan Grisham dan seorang lawyer menjadi penulis novel juga menarik untuk disimak.  Novel pertamanya, A Time to Kill, ia tulis disela-sela waktunya yang ketat sebelum berangkat ke kantornya atau saat menunggu reses persidangan.  Saat menjadi pengacara, ia bekerja 60-70 jam seminggu di kantornya yang kecil di Mississipi.

Namun mengingat penjualannya yang biasa-biasa saja, A Time to Kill bukanlah alasan yang membuat Grisham kemudian menanggalkan profesi pengacaranya.  Adalah sukses fenomenal dari novel keduanya yaitu The Firm yang pada akhirnya membuatnya memutuskan utnuk menekuni pekerjaan sebagai penulis.  Sukses The Firm kemudian semakin terdongkrak setelah difilmkan dengan aktor Tom Cruise dan Gene Hackman sebagai bintangnya.

Selama ini, Grisham dikenal andal dalam meramu unsur-unsur plot nan menawan, argumen hukum yang memukau serta drama persidangan yang menegangkan dalam novel-novelnya.  Itulah rahasia di balik kesuksesan Grisham yang kerap menempatkan karya-karyanya seperti The Firm dan The Client di puncak tangga buku-buku terlaris. 

Grisham juga pandai menyajikan sesuatu yang baru pada tiap novelnya sehingga setiap karya terbaru Grisham senantiasa dinanti oleh jutaan penggemarnya di dunia.  Oleh karena itu, ketika baru-baru ini ia mengumumkan akan menulis sebuah karya non-fiksi, para penggemarnya pun penasaran dibuatnya.

Penerbit karya-karya Grisham, Doubleday Broadway, belum lama ini mengumumkan akn diterbitkannya karya non-fiksi pertama Grisham.  Temanya sendiri mengenai terpidana mati yang nyaris dieksekusi untuk sebuah dakwaan pembunuhan yang tidak pernah dia lakukan.

Itu merupakan kisah alamiah untuk ditulis oleh Grisham.  Kisahnya memiliki banyak kesamaan tema yang pernah ditampilkan dalam novel-novel Grisham sebelumnya, legal suspense, dakwaan yang salah, dan bahkan soal baseball.  Ini adalah legal thriller yang nyata dan paling dahsyat, ungkap Presiden Doubleday Stephen Rubin seperti dilansir theherald.co.uk (11/3).

Menurut Doubleday, Grisham terpikir untuk menulis buku itu setelah membaca obituari dari Ronald Keith Williamson, seorang atlit berbakat yang ditemukan oleh Oaldand Athletics.

Tags: