Jumat, 08 Juli 2005

Presiden Lantik Sutanto Menjadi Kapolri

NAN
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pagi ini melantik Jendral (Pol) Sutanto sebagai Kapolri di Istana Negara. Sutanto menggantikan Jendral (Pol) Da'i Bachtiar. Pencalonan Sutanto yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional telah disetujui sepenuhnya oleh 10 fraksi di DPR. 
Harapan terhadap Kapori Baru
 - asep
12.07.05 03:18
Polri sebagai aparat penegak hukum di indonesia ini sudah yang kesekian kalinya melaksanakan pergantian pucuk pimpinan. namun pada pergantian kali ini nuansanya agak berbeda. mungkin ini karena pengganti Jend Pol Dai Bahtiar yaitu Jend Pol Sutanto adalah sosok yang lebih dikenal sbg "good Cops". anti judi, anti penangguhan, dll yg memang semuanya itu merupakan suatu "CELA" yg dilakukan polri yang menutrut masyarakat sdh menjadi lagu lama di tubuh institusi ini. kalau boleh saya memberikan sedikit saran tentang Polisi Sebagai Pelindung Pelayan Penganyom Masyarakat. bukankah terlalu muluk apabila kata pengayom dimasukan dalam tugas dan tanggung jawab Polri. Terlalu muluk pak apabila anda mampu mengayomi kami. mungkin bisa dihilangkan kata pengayomnya. itu hanya sebuah pandangan dari saya sebagai anggota masyarakat. kembali pada pergantian Kapolri, semoga saja Kapori yang baru tidak akan digerogoti oleh para bawahannya yang memang sudah sangat terkontaminasi oeh perjudian dan lain sebagainya. Saya mendoakan semoga komitmen bapa dapat membawa warna baru bagi Polri yang kita cintai. Amin
SELAMAT !
 - Agung Jaya Kusuma Aji
11.07.05 12:35
Selamat... Selamat ! Semoga POLRI tidak hanya berfungsi sebagai penjaga malam saja dan spesialis penangkap maling ayam saja. DIRGAHAYU KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA ! DIRGAHAYU INDONESIA !
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua