Jumat, 08 July 2005

Demo Memprotes Hukuman Mati PRT dan Buruh Migran

NAN

Unjuk rasa memprotes hukuman mati terjadi di Kedutaan Besar (Kedubes) Malaysia Jum'at (8/7). Puluhan massa membentangkan spanduk berisi kutukan dan pernyataan menolak hukuman mati. Mereka mendesak agar Pemerintah Malaysia menghapus hukuman mati bagi Pembantu Rumah Tangga (PRT)  dan buruh migran Indonesia. Dalam rilisnya mereka merasa prihatin dengan nasib PRT yang divonis mati di Negara Malaysia dan Singapura, diantaranya Hasanudin Sinring, Lili Ardi Sinaga, Nur Laela dan Suhaidi Bin Asnawi.

ko bisa????
 - Meta Syarah
02.08.06 18:47
ass.masya Allah, saya pikir negara seperti malaysia yang menganut hukum Islam untuk hukum positifnya akan mengerti dan paham hak-hak dan kewajiban seorang PRT,,, saya kaget bukan main membaca artikel ini. atas dasar apa mereka dapat menghukum mati para Migran dan TKW Indonesia. sementara kewarganegaraan mereka masih berstatus WNI. tolong ingatkan saya kalau saya salah. bukankah kita mempunyai prinsip nasional aktif dan pasif? lalu dimana peranan itu. dan bukankah HAM itu bersifat secara universal? lalu dengan seenaknya pemerintah malaysia ingin menerapkan hukuman mati pada migran PRT dan TKW Indonesia. atas kesalahan apa (seandainya memang berat) membombardir malaysiakah sampai bisa disamakan dengan teroris? membunuhkah? (di islam juga diatur mengenai hukuman bagi pembunuh). lalu pelecehan yang mereka alami selama ini bagaimana? wah..wah...wah...aplus buat pemerintah malaysia yang menggunakan kacamata kudanya dalam memberikan aturan.wass
satuju....
 - use_real
10.07.05 02:00
tolak hukuman mati..!!selama ini penanganan kasus yang melibatkan TKI khususnya hukuman mati tidak pernah berjalan objektif, saya melihat banyak kecenderungan pihak "tuan rumah" lebih memihak warga negaranya, walaupun fakta berbicara bahwa jelas2 mereka bersalah. ironisnya pemerintah kita tidak begitu berdaya... padahal sebagian besar perbuatan TKI tersebut didorong atas pembelaan diri terhadap jiwanya (overmacht)!! bagaimana upaya Pemerintah dalam rangka melindungi warga negaranya? toh kebijakan yang dikeluarkan selama ini tidak cukup efektif..? so tolak hukuman mati !!
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua