Minggu, 29 April 2007

Terpidana Mati Dieksekusi

NAN
Di tengah kontroversi hukuman mati dan pengujian pasal hukuman mati dalam UU Narkotika, Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah mengeksekusi Ayub Bulubili, Sabtu (28/4) dinihari. Ayub adalah terpidana mati kasus pembunuhan enam orang anggota keluarga Hari Witarko-Neneh Sobariah pada Februari 1999. PN Kapuas menjatuhkan hukuman mati. Hukuman itu terus bertahan. Permohonan grasinya ditolak Presiden Megawati. Permohonan grasi kedua pun ditolak Presiden SBY melalui Keppres No. 1 Tahun 2007.  
Pro-kontra hukuman mati
 - Samuel Pardede
01.05.07 02:47
kontroversi tentang hukuman mati memang beragam, tetapi apabila tidak diterapkan maka tidak ada shock therapy bagi manusia untuk pencegahan melakukan kejahatan....
?
 - wayank
30.04.07 11:56
yang memeberi putusan pidana mati...silahkan berurusan dengan Tuhan Y.M.E. krn ini masalah nyawa atas ciptaaNYA
Manuasia tidak berhak atas hidup seseorang
 - Tanny
04.05.07 11:24
Manusia tidak berhak atas hidup seseorang, apalagi mencabut nyawa seseorang. Manusia berbuat salah wajib di hukum, bukan berarti harus dibunuh juga. Hukuman mati adalah pembunuhan, kekerasan yang harus kita hentikan. Manusia tidak berhak atas nyawa orang lain, tapi Tuhanlah yg berhak sebagai Sang Pencipta kita.
hukuman mati sebuah kebutuhan
 - Meta Syarah
30.04.07 15:42
ASw. sebenarnya hukum di buat dan ada adalah untuk di patuhi. sekarang dalam knteks hukum pidana yang para sarjana bersepakat bahwa hk pidana adalah ultimum remedium...sekarang yang menjadi permasalahan dalam perkara ini apakah hukuman mati merupakan suatu kebutuhan menuju supremasi hukum? ataukah suatu pelanggaran HAM. saya rasa dengan tewas 6 nyawa dblz dengan hukuman mati 1:6. saya rasa itu adalah hal yang sudah sepantasnya diterima apa bila memang tidak terbukti adanya alasan pemaaf dan pembenar dalam perkara tersebut. urusan hakim dengan keputusan itu hanya otoritas 4w1 memnentukan salah atau benar. saya rasa dalam islam pun seperti itu. dimana tidak ada lagi alasan pemaaf dan pembenar. maka pembunuhan yang dilakukan dengan sengaja wajib dibayar dengan nyawa (apabila dikatakan melanggar HAM. lalu kemana HAM bagi korban dan keluarga korban saat mereka dibantai dan di bunuh???). seharus nya hk pidana dijadikan primum remedium. yang insya4w1 akan memberikan efek jera sebelum kejahatan meluas.wsw
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua