Rabu, 24 Januari 2001
Imlek Sebagai Hari Libur Fakultatif (Keputusan Menteri Agama No. 13 dan 14 Tahun 2001)
Berikut merupakan dua Keputusan Menteri Agama, masing-masing No. 13 Tahun 2001 Tentang Imlek Sebagai Hari Libur Fakultatif dan No. 14 Tahun 2001 Tentang Hari Libur Fakultatif Imlek Tahun 2001.
Amrie

IMLEK SEBAGAI HARI LIBUR FAKULTATIF

(Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia No. 13 Tahun 2001 tanggal 19 Januari 2001)

MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang :

a.        bahwa Imlek merupakan tradisi masyarakat Tionghoa yang dirayakana secara turun-temurun di berbagai negara di Indonesia;

b.        bahwa berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 6 Tahun 2000 (BN No. 6814 hal. 18B), Imlek sebagai tradisi di masyarakat Tionghoa dapat dirayakan bagi masyarakat Tionghoa di wilayah Indonesia;

c.         bahwa untuk menjamin penyelenggraan perayaan Imlek di Wilayah Indonesia dipandang perlu menetapkan Imlek sebagai Hari Libur Fakultatif.

Mengingat :

1.       Keputusan Presiden RI No. 254 Tahun 1967 tentang Hari-hari Libur yang telah beberapa kali diubah dengan Keputusan Presiden RI No. 3 Tahun 1983.

2.       Keputusan RI No. 165 Tahun 2000 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen.

3.       Keputusan Presiden RI No. 6 Tahun 2000 tentang Pencabutan Instruksi Presiden No. 14 Tahun 1967 (BN No. 1595 hal. 1A-15A) tentang Pelarangan Perayaan Adat Istiadat Cina.

4.       Keputusan Menteri Agama No. 1 Tahun 2001 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama.

Menetapkan :

KEPUTUSAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA TENTANG IMLEK SEBAGAI HARI LIBUR FAKULTATIF.

Pertama :

Menetapkan Imlek sebagai Hari Libur Fakultatif selama 1 (satu) hari bagi masyarakat Tionghoa di Wilayah Indonesia.

Kedua :

Hari dan tanggal Imlek ditetapkan dengan Keputusan Menteri Agama RI berdasarkan atas masukan dari Lembaga yang mewakili masyarakat Tionghoa Indonesia.

Ketiga :

Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta

Pada tanggal 19 Januari 2001

AN. MENTERI AGAMA RI

SEKRETARIS JENDERAL,

Ttd.

DRS. H. MUBAROK

HARI LIBUR FAKULTATIF IMLEK TAHUN 2001

(Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia No. 14 Tahun 2001 tanggal 23 Januari 2001)

MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang :

Bahwa sebagai pedoman pelaksanaan Hari Libur Thaun 2001 di Indonesia dipandang perlu menetapkan Hari dan Tanggal Jatuh Hari Libur Fakultatif untuk Imlek Tahun 2552.

Mengingat :

1.        Keputusan Presiden RI No. 254 tahun 1967 tentang Hari-hari Libur yang telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden RI No. 3 Tahun 1983.

2.        Keputusan Presiden RI No. 165 Thaun 2000 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen.

3.        Keputusan Presiden RI No. 6 Tahun 2000 tentang Pencabutan Instruksi Presiden No. 14 Tahun 1967 (BN No. 1595 hal. 1A-15A) tentang Pelarangan Perayaan Adat Istiadat Cina.

4.        Keputusan Menteri agama No. 1 tahun 2001 tentang Susunan Organisasi dan Tata kerja Departemen Agama.

5.        Keputusan Menteri Agama No. 13 Tahun 2001 tentang Imlek sebagai Hari Libur Fakultatif.

Memperhatikan :

Surat Ketua Yayasan Lestari Kebudayaan Tionghoa Indonesia (YLKTI) No. 059/YLKTI/I/2001 Tanggal 19 Januari 2001 Hal Pemberian Hari dan Tanggal Jatuh Tahun Baru Imlek.

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

KEPUTUSAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA TENTANG HARI LIBUR FAKULTATIF IMLEK TAHUN 2001.

Pertama :

Menetapkan bahwa Hari Libur Fakultatif Imlek Tahun 2552 jatuh pada Hari Rabu, 24 Januari 2001.

Kedua :

Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal di tetapkan.

Ditetapkan di Jakarta

Pada tanggal 23 Januari 2001

A.N. MENTERI AGAMA RI

SEKRETARIS JENDERAL,

ttd.

DRS.H.MUBAROK.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.