Rabu, 13 May 2009

Darmin Nasution akan Gantikan Miranda Goeltom

 

Ya, Darmin Nasution bukanlah sosok asing di sektor ekonomi. Lelaki kelahiran Tapanuli 21 Desember 1949 ini menyelesaikan studi sarjananya di Fakultas Ekonomi UI tahun 1976 dan mendapatkan gelar doktor dari Universitas Paris I Sorbon, Perancis (1986). Dia mengawali karier sebagai dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia sejak 1976 dan mulai bergabung dengan Departemen Keuangan tahun 1977. Pada tahun 1987-1989 Darmin menjadi Wakil Kepala Bidang Peneliti LPEM-FE UI. Selanjutnya tahun 1989-1993 menjadi Kepala LPEM UI. Tahun 1993-1995 ditugaskan sebagai Asmenko I Indag Kantor Menko Industri dan Perdagangan (1993-1995), lalu tahun 1995-1998 pindah menjadi Asmenko Prodis Kantor Menko Prodis, dan selanjutnya antara 1998-2000 menjadi Asmenko I Wasbangpan.   

 

Tanggapan positif mengalir untuk Darmin Nasution. Di Internal BI, misalnya. Direkur Perbankan Syariah BI Ramzi A. Zuhdi mengatakan, seluruh karyawan akan menyambut baik kedatangan Darmin di BI. Dia berharap sektor moneter dan perbankan di Indonesia akan semakin solid dengan terpilihnya Darmin.   

 

Begitu pula dengan Ilmu dan pengalaman yang dimiliki Darmin di bidang moneter, dirasa cukup untuk memahami kondisi ekonomi saat ini. Selain itu, pengalamannya di pasar modal juga membuat Darmin dapat dengan mudah memahami kondisi di perbankan. Sebab kedua lembaga ini seperti mata uang yang memiliki sisi yang berbeda, kata Ramzi. Apalagi Darmin adalah salah seorang yang terlibat dalam pembuatan UU BI, tambahnya.

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua