Senin, 04 February 2002

Transaksi Melalui Klikbca Ternyata Masih Belum Aman

Meski Klikbca telah diproteksi dengan SSL (secure socket layer) dengan ekripsi 128 bit, ternyata nasabah belum merasa nyaman dan aman dalam melakukan transaksi. Buktinya, pembobolan terhadap rekening nasabah masih saja terjadi.
Ram/APr

Namun, pihak penyelenggara internet banking tidak bisa berbuat apa-apa. Pasalnya, pembobolan terhadap rekening nasabah itu memang bukan dikarenakan faktor teknologi itu sendiri.

Hukumonline sempat menghubungi beberapa sumber yang tidak ingin disebutkan namanya berkaitan dengan pembobolan melalui www.klikbca.com. Sumber hukumonline mengungkapkan bahwa sempat terjadi pembobolan uang melalui klikbca.

Modus operandinya, si pelaku memanfaatkan nasabah BCA yang tidak mengetahui registrasi internet banking. Nasabah diiming-imingi akan menerima undian setelah menyetor jumlah tertentu ke rekening melalui ATM.

Setelah si nasabah mendatangi ATM dan melakukan registrasi internet banking, yang bersangkutan kemudian dihubungi kembali oleh si pelaku. Kemudian, nasabah diinstruksikan untuk memasukkan rekening tujuan dan besarnya uang yang akan ditransfer melalui klikbca.

Kejadian ini bukan satu-satunya yang memanfaatkan klikbca sebagai media untuk melakukan pembobolan. Dalam suara pembaca Kompas pada 19 Januari 2002, seorang nasabah yang bertempat di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kehilangan uang puluhan juta rupiah.

Kejadian itu terungkap setelah yang bersangkutan melakukan transaksi ATM. Dalam transaksi tersebut, yang bersangkutan terkejut bahwa rekeningnya tinggal Rp1.036.835. Setelah ditelusuri, ternyata transaksi dilakukan untuk membeli voucher sejak 1 Januari 2002. Selain itu, juga terjadi beberapa transaksi yang ditujukan ke rekening orang lain.  

Nasabah sulit memperoleh hak

Kasus memanfaatkan ketidakmengertian nasabah dalam transaksi perbankan bukanlah hal yang baru. Pernah terjadi beberapa kali penipuan serupa dengan modus yang hampir sama. Namun, selama ini nasabah selaku konsumen dari institusi perbankan masih agak kesulitan untuk memperoleh kembali haknya.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua