Selasa, 20 Agustus 2002
UU Perkawinan Tidak Melarang Perkawinan Beda Agama
Beberapa waktu lalu, para penikmat infotainment kembali disuguhkan berita tentang perkawinan selebriti yang mengundang kontroversi. Penyanyi kondang Yuni Shara dan suaminya Henry Siahaan akhirnya berhasil mencatatkan perkawinannya di Kantor Catatan Sipil setelah melangsungkan pernikahannya tersebut di Perth, Australia pada 7 Agustus 2002.
Amr/Apr

Kakak dari artis Krisdayanti ini sebenarnya telah melangsungkan perkawinan dengan pasangannya tersebut pada 18 Oktober 1997 silam. Namun karena keduanya berbeda agama, perkawinan mereka tersebut tidak dapat dicatatkan secara resmi oleh Kantor Catatan Sipil. Yuni adalah pemeluk agama Islam, sedangkan Henry beragama Kristen.

Karena adanya penolakan tersebut, kemudian pasangan Yuni-Henry mencoba untuk memperoleh legalitas perkawinannya di sejumlah negara yang berhasil didapatkan sejumlah selebriti WNI lainnya, yaitu Singapura,  dan Hong Kong.

Singkat cerita, lagi-lagi beragam kendala menghalangi perkawinan mereka di kedua negara tersebut. Lalu pada akhirnya, di  District Registrar's Office, Perth, Western Australia, mereka mendapatkan surat nikah yang diimpikan dan selanjutnya dicatatkan di Indonesia.

Menghapuskan diskriminasi

Salah satu anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Soelistyowati Soegondo mengatakan bahwa dirinya dan sejumlah pihak lain berupaya menghapuskan diskriminasi pelayanan petugas catatan sipil terhadap perkawinan antara pasangan yang berbeda agama tersebut dalam RUU tentang Catatan Sipil. Saat ini, ia merupakan koordinator Konsorsium penyusun RUU Catatan Sipil tersebut.

Ia berpendapat, seharusnya negara tidak membeda-bedakan dalam melindungi dan melayani warga negaranya dalam menggunakan hak asasinya, khususnya untuk bisa melangsungkan perkawinan. Walaupun, pasangannya berbeda agama dan keyakinan. Oleh sebab itu, ia menyayangkan masih ada penolakan dari Kantor Catatan Sipil untuk mencatatkan perkawinan lintas agama tersebut.

"Negara itu berkewajiban untuk melindungi HAM warga negara. Untuk melindungi, menghormati hak asasi dari warga negaranya. Berarti kan tidak membeda-bedakan sebetulnya itu. Tetapi di dalam kenyataannya, Catatan Sipil menolak untuk mencatatkan perkawinan tersebut. Oleh karena itu, sementara orang mencari jalan keluar, yaitu mencari ijin dari pengadilan. Nah, ini sudah dilakukan beberapa orang," jelasnya ketika dihubungi hukumonline.

Tidak sah?

Sikap yang diambil pegawai Kantor Catatan Sipil tersebut sama sekali tidak terlepas dari penafsiran terhadap Pasal 2 ayat (1) UU No.1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Menurut ketentuan hukum tersebut, perkawinan yang sah adalah perkawinan yang dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya.

Sebelum kasus perkawinan Yuni-Henry, tidak sedikit pasangan yang berupaya melakukan penyelundupan hukum untuk menghindari kewajiban pasal 2 ayat (1) UU Perkawinan tersebut. Misalnya, pasangan artis lain  Amara dan Francois Mohede yang mendahului Yuni menikah di luar negeri, atau pasangan Bucek Depp-Unique Priscilla yang menikah menurut hukum Islam dan Kristen. Kemudian, pasangan Melly Manuhutu-Prakacha Kashmir dengan mengajukan ijin nikah ke pengadilan negeri.

Menanggapi fenomena penyelundupan hukum oleh sebagian masyarakat dalam melangsungkan perkawinan tersebut, pakar hukum Islam Daud Rasyid memiliki pandangan yang berbeda dengan Lies. Menurutnya, ditolaknya pencatatan perkawinan beda agama oleh Catatan Sipil merupakan konsekuensi hukum dari implementasi UU Perkawinan.

"Mereka yang tidak mengikuti Undang-undang itu harus ada konsekuensi hukumnya bahwa Catatan Sipil itu tidak boleh menikahkan mereka. Jadi terserah mereka, apa mau menikah di luar negeri, prosedurnya bagaimana itu terserah pada mereka sendiri. Tapi secara hukum, mereka itu dianggap sebagai orang yang tidak menikah," tegasnya kepada hukumonline.

Doktor bidang hadits dari Universitas Cairo Mesir ini juga menolak pendapat yang mengatakan bahwa penolakan pencatatan nikah tersebut sebagai diskriminasi. Ketentuan hukum yang digariskan oleh UU Perkawinan tersebut telah melewati proses yang panjang dan berat saat pembahasannya di DPR saat itu, sehingga berbagai konsekuensinya telah difikirkan secara matang.

Tidak melarang

Berbeda dengan yang dikemukakan oleh Lies dan Daud, pakar hukum keluarga dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia Ichtianto mengatakan bahwa sesungguhnya UU Perkawinan mengatur mengenai perkawinan antara pasangan yang berbeda agama. Sayangnya, hal tersebut tidak dipahami oleh pejabat Kantor Catatan Sipil, sehingga mereka menolak perkawinan semacam itu.

Menurut Ichtianto, UU Perkawinan tidak melarang perkawinan lintas agama, malah telah mengaturnya dalam Bab XIII tentang Perkawinan Campuran pada Pasal 57 pada gagasan pertama yaitu 'perkawinan antara dua orang yang di Indonesia tunduk pada hukum yang berlainan'," ujarnya saat menjadi narasumber dalam program hukum Delik yang diselenggarakan hukumonline dan 88,65FM Radio ARH (19/8).

Ichtianto juga memandang ketentuan Pasal 2 ayat (1) UU Perkawinan sebagai ketentuan yang mengakui adanya pluralitas hukum perkawinan menurut agama-agama yang ada di Indonesia. Sesuai dengan pasal tersebut, di Indonesia ada pluralitas hukum perkawinan menurut hukum agama Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, dan bahkan Kong Hu Cu.

Namun, ia juga mengakui bahwa hukum agama tertentu memang melarang secara mutlak perkawinan beda agama. Misalnya, hukum Islam yang melarang wanita Islam menikah dengan pria yang bukan beragama Islam, tetapi membolehkan pria Islam menikahi wanita beragama lainnya. Agama lainnya yang secara penuh melarang pemeluknya melakukan perkawinan lintas agama adalah Katolik dan Hindu.

nikah beda agama
 - putri dian
12.09.17 14:38
Selamat malam. Mohon pencerahan, saya mau menikah dgn pasangan saya secara muslim. Saya sudah share ke pihak kua nya harus memang dirubah agamanya jika tdk pihak kua dan catatan sipil tidak mendaftarkan secara legal perkawinan tersebut. Hanya saya tidak ingin merubah agama saya. Bagaimana solusinya
solusi
 - budi
24.09.17 04:19
saya fikir mbak terlalu ambisius dengan pernikahan ini apakah mbak tidak dapat berfikir panjang ? hal ini tidak mmbuat embak menjadi seseorang yang lebih baik maka dari itu disini saya menolak segala bentuk ikatan hubungan seperti menikah mau sama atau beda agamanya tidak membuat diri kita lebih baik. apakah kita pernah melihat orang yang menikah begitu repotnya mengurus rumah tangganya sehingga karir yang sudah ia bangun sedari dulu kekayaan yang sedari dulu ia tumpuk musnah karena menikah ? pernah pastinya sehingga kita dpat menyimpulkan bahwa menikah tidak membawa manfaat terima kasih
pernikahan beda agama
 - LDE
12.04.17 10:01
kami dari legal documen expert dapat membantu anda dalam pengurusan perijinan pernikahan beda agama baik di luar negeri atau di luar negeri dengan proses yang cepat murah dan nyaman.untuk informasi lebih lanjut hubungi (WA +6285736368293
Kehidupan Bernegara, Bermasyarakat, Beragama, dan Bertuhan.
 - DIMAZ
25.05.16 15:41
Menurut pendapat saya pribadi, yang kita lupa ada 3 wilayah/ranah yang selalu beririsan dalam kehidupan sehari-hari: ranah pribadi, masyarakat, dan bernegara (administratif). Negara, sebagai wadah paling besar yang menampung kita, warga negaranya, memiliki tugas memfasilitasi, mendukung, dan melindungi hak-hak dan kewajiban setiap warga negaranya, tanpa membedakan Agama, Golongan, Ras, dan Suku. Tuhan dan agama adalah mutlak urusan pribadi setiap manusia. Indonesia sudah menegaskan perlindungannya di dalam UUD 1945 pasal 29 ayat 1 dan 2. Permasalahannya, ketika berbicara hukum formal, apakah kita mengacu pada UUD 1945 dan Pancasila, atau kitab suci agama? Kalau membawa urusan surga dan neraka untuk mempertanyakan urusan legalitas dan admisnistrasi suatu pernikahan di mata hukum, ya menurut saya, ini seperti dagelan. Pernikahan, adalah produk dari perkembangan kebudayaan manusia sebagai makhluk sosial dalam hidup bermasyarakat. Itu alasan ada banyak versi tentang cara menikah yang "baik dan benar" dari bermacam-macam budaya, suku, dan tradisi. Menurut saya, tugas negara HANYA sebatas mencatat, mengakui, dan melindungi hak-hak warga negaranya untuk menikah dan memilih pasangan, selama pernikahan itu tidak melanggar undang-undang dan hukum (seperti menikahi orang yang masih terikat perkawinan, misalnya). Indonesia memang tidak melarang pernikahan beda agama. Tapi faktanya, pernikahan beda agama diperlakukan berbeda untuk urusan admisnistrasi. Itu yang menurut saya seharusnya diperbaiki karena itu fungsi Negara sebagai lembaga administratif. Perihal pernikahan itu baik atau tidak menurut salah satu/lebih agama, seyogianya, dipisahkan dengan urusan administratif. Karena kembali lagi, jika ternyata pernikahan itu tidak baik menurut salah satu/lebih agama, kesiapan warga negara menghadapi dukungan/tentangan sosial kepada kehidupan berumah tangganya, itu ranah pribadi. Dan saya pikir, anggota masyarakat tidak ikut menjalani dan bertanggung jawab atas kehidupan pribadi, berkeluarga, seorang individu.
Penyeru Nikah Beda Agama
 - Indah Heluth
11.01.16 08:49
Orang Yang berupaya untuk nikah beda agama diterima oleh negara mungkin saj bukan pemeluk agama yang baik dan pengetahuan tentang agamanya masih sangat kurang namun sok tahu tentang agama. Semoga laknat Tuhan tidak menyertai Anda, sebaliknya Anda di berikan hidayah, aamiin..
calm down...
 - ian
05.02.16 16:15
Jangan terlalu cepat menghakimi dan langsung bawa2 "laknat" dalam masalah agama... itu logika anda...apakah anda tahu pasti apa cara Tuhan??
dalam islam
 - jafar
24.02.16 09:14
cara tuhan di dalam islam jelas. nikah dengan d luar islam adalah zinah, dan hukuman nya adalah neraka..sya g tau klo d agama laen..jelas g tuhan mereka ngatur pengikutnya
cinta
 - ALONZO LEANNE
03.03.16 12:07
terkadang agama menjadi suatu alasan untuk menghakimi masing-masing dengan beranggapan agamanya lah yang teladan dan paling benar. semua agama adalah baik. sangat disayangkan sekali. hubungan antar manusia pecah karena membedakan agama. dan seharusnya cinta lah yang menyatukan manusia. regulasi di indonesia masih belum berpihak pada pernikahan beda agama masih menyulitkan mereka demi mendapatkan legalitas. seharusnya pemerintah memberikan solusi atas hak-hak dari setiap warga indonesia. terima kasih dan salam hangat.
Bicara yang sopan
 - mr.f
20.05.16 16:16
Tanggapi masalah Indah Heluth, sebaiknya anda lah yang sok tahu tentang agama, menghakimi orang lain dengan mengatakan bukan pemeluk agama yang baik dan kurang pengetahuan agamanya, memangnya anda siapa? Tuhan?
private law
 - tetty pardede
01.10.15 13:18
pernikahan dan agama adalah area private.. jdi negara wajib bijaksana menyikapinya.. apalagi NKRI adalah Bhineka Tunggal Ika serta kebebasan beragama dilindungi Pancasila dan UUD 1945..salam Pengabdian..sukarelawan Jokowi Ahok (JPKP DPD Jak Pus)
paham
 - al amin
09.06.16 22:56
sejatinya sebagai muslim yang baik pernikahan adalah penyempurnah agama namun logiskah kita berpikir iman kita sudah sudah sempurnah ketika menikah dan menjalin kehidupan dengan orang yang berbeda pandangan dan tuntunan hidupnya? ingat negara ini tidak dibangun di atas nilai sekulerisme namun diatas nilai-nilai agama (lihat pancasila dan pembukaan uud 1945)
nikah beda agama
 - rendai
26.09.15 14:25
Menurut saya gara gara hal itu membuat trouma seseorang, karena yg menjalankan itu merasakan dan yg mengadili itu karena gak merasakannya punya calon beda agama :) jalan keluar ya di pribadi masing2 aja
nikah beda agama
 - riwayat
02.09.15 11:27
emang jadi dilema apabila pemahaman kita kurang luas tentang prnikahan beda agama, kita sbg warga negara harus menjunjung tinggi hukum yang ada di sisi lain masalah cinta dan perasaan adalah hati nurani yang di situ timbul hukum yang dibuat dengan persaan hati kita masing2, jd kl menurut saya apabila hal tersebut terjadi pada keluarga kita maka yang harus kita lakukan diadakan perundingan kedua belah pihak mw menganut agama yang mana yang menjadi kesepakatan berdua, saya kira itu adalah jalan yang terbaik.
lebih baik beda agama atw pasangan sejenis..?
 - D
12.08.15 22:48
Nikah beda agama bukan hal yang harus ditentang. Yang harus dilarang itu nikah pasangan sejenis.! itu yg harus di pahami,.. jangan salah kaprah. Muslim boleh mengawini perempuan ahlul kitab(nasrani)...
sebenarnya
 - jafar
24.02.16 09:18
itu memang benar, tapi ada syaratnya..yg benar2 ahli kitab murni..dan sya kira saat ini sudah tidak ada
Nikah beda agama
 - Breezka
23.07.15 14:42
Bagaimana JIka Tuhan sudah menakdirkan kita bersama dengan orang yang berbeda agama,,, apa yang harus kita lakukan?
Menjawab permasalahan takdir Tuhan
 - Bandu
21.11.15 12:29
Takdir Tuhan tidak cuma satu, berpindah/menghindar dari satu takdir Tuhan, akan bertemu dengan takdir lainnya dari Tuhan juga
Karena Takdir Nikah boleh beda agama
 - Permata
16.03.17 13:37
Sebenarnya kalau berbicara takdir adalah, kematian, rezeki kecuali kawin yang masih bisa dicerna oleh manusia dengan petunjuk Allah dan Rosulullah sebagai pegangan hidup di jalan yang lurus dan benar
Undangan Pernikahan
 - kedaigrafis
09.03.15 20:22
hukum itu kan mediasi ya,, kaya jembatan untuk tolerasi ya.. kalo menurud saya sih terserah masing" orangnya,, kalo memang sesama penganut agam sudah tidak bisa mengingatkan ya,, biarkan saja.. toh mereka yang menjalaninya gitu :)
Undangan Pernikahan
 - andi
19.06.15 07:16
Saudara Ichtianto mengatakan,"membolehkan pria Islam menikahi wanita beragama lainnya.,,, apa tdk salah,,,
Pernikahan
 - Iman
29.11.15 17:16
iya betul yg nulis berita ini bodoh sekali, ketauan gk belajar agama
First Previous 1 2 3 Next Last
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.