Jumat, 27 Juni 2003

Sumanto Divonis Lima Tahun

Sumanto, warga Desa Pelumutan, Purbalingga, divonis 5 tahun penjara potong masa tahanan. Vonis dari majelis hakim PN Purbalingga (27/06) ini lebih ringan dibanding tuntutan JPU yang menuntut Sumanto 6 tahun penjara. Majelis hakim menghukum Sumanto karena terbukti sah dan bersalah telah mencuri mayat dan memakan daging mayat Mbok Rinah, 80 tahun.
Red

 

pertanggung jawaban pidana
 - subiantoro
04.12.07 20:32
sebenarnya pelaku harus di kroscek secara ulang dapat tidaknya pelaku di pertanggung jawagbkan secara pidan dengan te spsikiatri dan kedokteran yang ada di kehakiman, jika secara klinis sumanto dapat dipertanggung jawabkan menurut hakim maka sumanto dapat dipertanggung jawabkan,akan tetapi seorang sumanto aakah dapat dipertanggung jawabkan secara pidana sebagaimana pasal 44 KUHP dan apakah seorang seperti sumanto dapat dikualifikasikan sebagai cacat jiwa atau tidak? laluyang selanjutnya apakah suatu perbuatan yang dilakukan oleh sumanto diatur dalam KUHP atau tidak hal ini berkenaan dengan asas legalitas dan seharusnya hakim yang memutuskan harus dapat menafsirkan hukum dan tidak terpaku dengan KUHP semata perbuatan apa yang selain mememakan mayat yang melanggar aturan yang ada dalam KUHP, jadi rasa keadilan dan kepastian dalam memeutuskan perkara tersebut tercapai
ga setuju banget
 - jauharidwikusuma
25.05.06 19:54
saya rasa putusan yang diberikan kepada terdakwa sangatlah ringan dan kayaknya putusannya ga adil banget apa lagi ini kasus yang berat mestinya diperberat pidananya agar kejadian yang sama tak lagi terulang kembali
Arsip ttg Sumanto
 - Michael Gontana
16.02.05 03:14
Halo, nama Saya Michael, ada yang punya arsip ttg Sumanto? Saya mau write paper about Sumanto. Kalo ada, ada yang bersedia scan and kirim ke saya ga? Thank you. I appreciate it.
SUMANTO EDAN
 - mspel
30.06.05 01:52
sumanto cermin masyarakat miskin di indonesia dan perbuatan sintingnya makan mayat.[bukan pembunuh].karena pada saat merantau mendengar cerita kanibal.ada satu gol penduduk di sumut yang punya kebiasaan kanibal memakan daging mayat orang tuanya untuk menghormati.suatu kepercayaan dan kebiasaan yang pernah ada.di sumut
kurang adil
 - joe
04.06.04 13:22
putusan pn purbalingga kurang adil dilihat dari sudut pandang masyarakat, karena hanya divonis 5 tahun penjara. para hakim kurang mencermati akibat yang mungkin akan terjadi setelah masa hukuman sumanto habis, seharusnya sumanto dihukum seberat-beratnya, atau minimal 10 tahun lah. agar menjadi pelajaran bagi masyarakt dan juga bagi sumanto sendiri. para hakim cuma berpatokan pada kuhp tanpa memperhatikan kemaslahatan masyarakat, dan kemaslahatan sumanto sendiri, mungkin kehidupan di penjara seumur hidup akan lebih baik bagi sumanto, daripada harus keluar dari penjara akan tetapi tidak diterima masyarakat sekita, juga akan memberikan akibat psikologis yang kurang baik, dan kemungkinan kejahatan akan bertambah jika sumanto keluar adalah sangat besar. para hakim juga seharusnya mencermati dan mendasarkan putusannya pada moral, hukum adat, hukum agama, dan nilai-nilai kemanusiaan yang ada di masyarakat.
Masak sich?
 - sulios
06.10.06 08:26
Masak sih hukum di Indonesia tidak bisa menghukum orang yang nyata2 melanggar norma-norma masyarakat. padahal hakim mengambil hukum yang berkembang dalam masyarakat dimana orang seperti Sumanto minimal dipenjara seumur hidup bukannya dihukum dalam kasus pencurian.Jangan sampe ada sumanto laen.Berminat jd korbankah anda dikemudian hari?
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua