Selasa, 09 Maret 2004

KPK: Cessie Bank Bali Tidak Bisa Dieksekusi

Komisi Pemberantasan Korupsi menilai kejaksaan tidak dapat mengeksekusi cessie Bank Bali. Cessie tersebut batal demi hukum dan lagipula telah dibatalkan oleh BPPN.
Leo








 


Kendatipun demikian, KPK tengah mempelajari dokumen-dokumen yang mereka peroleh sehubungan dengan cessie ini. Bila ada indikasi yang menghasilkan bukti permulaan, lanjut Erry, KPK tidak akan berdiam diri.


 


Ia juga menepis anggapan bahwa sikap KPK mengenai cessie -yang diambil hanya beberapa jam setelah bertemu dengan jajaran Bank permata--terlalu prematur. "Karena penjelasan dari mereka (Bank Permata, red) terlalu jelas. Sedemikian jelasnya sehingga demikian mudah kita bisa mengatakan seperti itu," ucap Erry.


 


Direncanakan, hari ini jajaran Bank Permata akan menemui pihak Kejaksaan Agung untuk menjelaskan masalah cessie ini.

Demikian disampaikan oleh Erry Riyana Hardjapamekas, saat memaparkan kesimpulan KPK terhadap hasil pertemuan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan jajaran direksi dan komisaris Bank Permata (8/03). Menurut wakil ketua KPK ini, minggu lalu pihaknya telah menerima pengaduan dari komisaris dan kuasa hukum Bank Permata (hasil merger Bank Bali, red) mengenai rencana kejaksaan yang dikabarkan akan mengeksekusi cessie senilai Rp546 miliar. Selanjutnya, kemarin (8/03), diadakan pertemuan antara KPK dan Bank Permata.

 

"Kami sependapat dengan pandangan mereka setelah mempelajari dokumen-dokumen yang ada bahwa cessie batal demi hukum karena tidak memenuhi syarat cessie sebagaimana diatur dalam undang-undang. Kemudian, cessie itu telah dibatalkan oleh BPPN sebagai otoritas yang diberi kekuasaan. Oleh karena itu eksekusinya menjadi mustahil," ujar Erry kepada hukumonline.

 

Lebih jauh, ia mengatakan, posisi KPK di persoalan cessie ini adalah sebagai lembaga yang harus menampung pengaduan dari siapapun mengenai berbagai hal yang terindikasi korupsi. Erry membenarkan bahwa memang ada indikasi korupsi di cessie ini. "Saya kira kalau dirangkai-rangkai indikasinya jelas sekali. Bagaimana mungkin kontraprestasi dari sebuah prestasi yang tidak begitu signifikan tapi besarnya luar biasa," paparnya.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua