Kamis, 21 January 2010

Bareskrim Usut Dugaan Pembobolan Dana Nasabah

Dana sejumlah nasabah di empat bank terkemuka tiba-tiba raib. Tim Direktorat II Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri telah mengirim tim untuk mem-back up Poltabes Denpasar. Keempat bank bersedia mengganti dana nasabah yang dibobol lewat pencurian nomor PIN ATM itu.
Nov/Sut
Beberapa simpanan nasabah di BCA hilang secara misterius. Foto: Sgp









Belum selesai pengawasan Bank Indonesia (BI) dihujat gara-gara kasus Bank Century, timbul lagi masalah perbankan baru. Seminggu terakhir, 16 nasabah di empat bank—Bank Central Asia (BCA), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri dan Bank Permata—kehilangan uang yang tersimpan dalam akunnya secara tiba-tiba. 

 

Atas kehilangan tersebut, para nasabah akhirnya membuat laporan ke Poltabes Denpasar, Bali. Dalam laporan itu, para nasabah mengaku uang di rekeningnya raib, sekitar Rp1 juta sampai Rp5 juta. Meski terbilang kecil, tidak hanya Poltabes Denpasar yang bergerak untuk mengusut. Tim Direktorat II Ekonomi Khusus (Eksus) Bareskrim Mabes Polri juga turut dikirimkan untuk mem-back up pengusutan itu.

 

Selain melakukan pengusutan, Bareskrim juga sudah berkoordinasi dengan pihak pengawasan BI. Koordinasi dilakukan untuk mengetahui penyebab raibnya uang para nasabah, dan pertanggungjawaban keempat bank tersebut. Hal ini disampaikan Kadiv Humas Mabes Polri, Edward Aritonang, saat ditemui wartawan di pelataran Bareskrim. “Kita sudah koordinasi dengan pihak BI. Sementara ini, laporan yang masuk ke Poltabes Denpasar itu ada empat bank, BCA, Mandiri, BNI, dan Permata. Kerugian (nasabah) itu antara Rp1 juta sampai Rp5 juta,” jelasnya.

 

Sembari melakukan koordinasi dengan pihak pengawasan BI, Edward menambahkan, Bareskrim sudah mengirimkan tim pada Rabu pagi (20/1), ke Poltabes Denpasar. “Dalam rangka pengusutan untuk mencari tau apa penyebab (katakanlah) pembobolan kurangnya dana nasabah pada rekening-rekening itu. Apakah (karena) kesalahan sistem, ataukah ada kerja sama dengan orang dalam atau modus lain.”

 

Sebenarnya, lanjut Edward, keempat bank itu akan memberikan penjelasan kepada Bareskrim hari Rabu, namun rencana itu batal karena bank-bank itu sedang berkoordinasi dengan pengawasan BI. “Ini dari Direktorat II sudah turun ke Denpasar jadi kita tunggu hasilnya. Sedangkan yang menyangkut bagaimana ini terjadi dan sampai dimana tanggung jawab bank, saya persilakan nanti pihak bank yang menjelaskan".

 

Sementara Bareskrim masih menunggu konfirmasi dari pihak bank. Kabareskrim Ito Sumardi sudah menjelaskan bahwa ada dugaan pembobolan rekening nasabah yang memanfaatkan kelemahan dari sistem bank. Sehingga, sebagai resiko bank, pihak nasabah harus dilindungi dan diberikan jaminan dalam bentuk penggantian uang nasabah. “Ya, kalau

uangnya hilang harus diganti. Karena itu kan bentuk dari resiko. Resiko dari sistem keamanan yang dibangun oleh bank tersebut.”

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua