Senin, 25 Januari 2010

Penggantian Kartu ATM Menjadi Chip Terbentur Biaya

Bisa menambah beban nasabah.
M-7







Pembobolan dana nasabah melalui Anjungan Tunai Mandiri -Automated Teller Machine (ATM)- saat ini rawan terjadi. Para nasabah pun menjadi was-was dibuatnya. Tidak hanya nasabah, pihak bank juga berupaya melakukan pencegahan agar hal ini tidak terulang lagi. Salah satunya adalah dengan mengganti penggunaan kartu ATM, menjadi chip yang katanya jauh lebih aman.

 

Namun Bank Indonesia tidak mau terburu-buru menerapkan kebijakan ini. Banyak hal yang harus dipertimbangkan. Salah satunya terkait biaya yang akan dibebankan kepada nasabah. Hal ini diungkapkan Erwin Riyanto, Direktur Pengawasan Bank Indonesia, di gedung BI, Jumat (22/1) pekan lalu.

 

Erwin mengakui memang kartu ATM dengan magnetik strike memiliki kelemahan yaitu rawan penggandaan. Karenanya secara bertahap kartu ATM ini akan diganti dengan menggunakan Chip. ”Namun, konsekuensinya adalah cost-nya akan naik, karena Chip jauh lebih mahal dibandingkan dengan kartu magnetik.”

 

Ditemui ditempat yang sama, Jahja Setiatmadja, Wakil Presiden Direktur Bank Central Asia (BCA) menyatakan bahwa salah satu alternatif pengawasan yang baik memang dengan chip. Namun, selain terbentur masalah biaya, nasabah juga tidak bisa bertransaksi dengan menggunakan Chip di luar negeri dan hal ini yang sedang dipikirkan. “Bagaimana agar kartu tersebut double function, yakni bisa diipakai dengan chip maupun kartu magnetik.”

 

Namun Erwin dan Jahja sepakat bahwa apapun kartu yang digunakan, keamanannya akan terjamin jika nasabah menjaga kerahasian personal identification number (PIN) dan mengganti PIN ATM secara berkala.

 

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu enam belas nasabah Bank Central Asia (BCA), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Permata, Bank Internasional Indonesia (BII), dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Kuta, Bali melaporkan raibnya uang dalam rekening mereka secara tiba-tiba. Rata-rata uang yang raib sekitar Rp1 juta sampai Rp5 juta.

 

Selain itu, ada lagi dua pelapor di wilayah Jakarta melaporkan hal yang sama. Kali ini jumlah kerugiannya lebih besar. Jumlah kerugian ditaksir sampai Rp70 juta.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua