Rabu, 03 Maret 2010

Ricardo Simanjuntak Kembali Jabat Ketua Asosiasi Kurator

Salah satu target yang akan dilakukan oleh pengurus baru Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia adalah merevisi UU Kepailitan.
Mon









Untuk kedua kalinya, praktisi kepailitan Ricardo Simanjuntak terpilih menjadi ketua Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia (AKPI) periode 2010-2013. Pemilihan dilakukan melalui pemungutan suara anggota AKPI yang hadir dalam Rapat Umum Anggota AKPI di Jakarta, Rabu (3/3). Dari hasi perhitungan suara, Ricardo berhasil mengungguli dua calon lain, Munir Fuadi dan Syahroni.

 

Dari 121 suara sah, Ricardo mengantongi 86 suara. Urutan kedua diduduki Munir Fuadi. Pria yang pernah mencalonkan diri sebagai hakim agung itu memperoleh 19 suara. Sementara, Syahroni hanya menjaring 13 suara.

 

Sebelumnya, Ricardo menduduki jabatan senada untuk peride 2006-2009. Tidak semua anggota AKPI memberikan suara secara langsung. Hanya 101 anggota yang hadir, 27 orang memberikan surat kuasa untuk memberikan suara. Hanya, dari 128 suara yang terkumpul, tujuh orang menyatakan abstain.

 

Dalam pemaparan visi dan misi, Ricardo bertekad menjadikan AKPI sebagai organisasi yang mampu menunjukan kualitas keilmuan dan moralitas yang baik. Ia juga bercita-cita ingin memperbaiki kode etik profesi kurator dan pengurus serta merevisi UU No. 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, AKPI menggelar rapat anggota tahunan untuk mengganti ketua baru organisasi yang beranggotakan 322 orang itu. Pemilihan ini dilakukan tiap tiga tahun sekali ini juga mengagendakan penggantian dewan kehormatan AKPI. Pemilihan anggota sempat tertunda. Hingga siang tadi, jumlah anggota AKPI yang hadir dalam rapat baru 70 orang. Jumlah ini tidak memenuhi korum berdasarkan Anggaran Dasar AKPI. Sesuai Pasal 32 ayat (1) Anggaran Dasar AKPI, rapat anggota minimal harus dihadiri 162 orang. Walhasil, rapat pun diskors untuk sementara waktu agar rapat memenuhi quorum. Baru pada sore harinya rapat bisa dilaksanakan.

 

Pada periode kepengurusan 2006-2009, kursi pimpinan AKPI diisi oleh Ricardo Simanjuntak. Sedangkan pimpinan dewan kehormatan diisi oleh Yan Apul. Anggota dewan ini diisi oleh empat orang yakni Soemarso, Eliana Tansah, Emmy Y. Ruru dan Jan Hoesada.

 

Ketua AKPI terpilih, Ricardo Simanjuntak berharap, AKPI bisa menjadi asosiasi yang kredibel dan bisa mewujudkan keadilan. “Menjadi kurator bukan pekerjaan yang gampang, bagaimana bisa mengambil alih kepengurusan dan pengalihan aset banyak politisasi dan kriminalisasi, karena itu kurator harus memberikan pelayanan yang baik,” ujar pengacara yang kembali mencalonkan diri sebagai ketua AKPI itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua