Kamis, 15 April 2010

Advokat Jangan Terjerumus Kemauan Klien

Fat



Keterlibatan advokat dalam praktik makelar kasus yang marak belakangan ini dinilai telah mencoreng profesi yang disebut UU No 18 Tahun 2003 sebagai officium nobileum itu. Advokat non aktif yang juga anggota DPR Gayus Lumbuun mengaku prihatin atas kejadian yang menimpa beberapa advokat seperti Haposan Hutagalung, Lambertus Palang, dan Adner Sirait.



Dua nama pertama terkait kasus pegawai Ditjen Pajak Gayus Tambunan, sedang Adner tertangkap petugas KPK ketika sedang menyerahkan uang ke Ibrahim, hakim PTTUN.



Menurut Gayus, seorang advokat seharusnya berkewajiban menasehati kliennya untuk tidak menggunakan prinsip asal menang perkara dengan cara menyuap. Sebisa mungkin, kata Gayus, advokat harus mencegah cara-cara kotor seperti suap. Namun, yang terjadi dalam beberapa kasus, advokat justru terjerumus dan menjerumuskan kliennya.



Organisasi advokat, menurut Gayus, seharusnya berperan dalam memberantas mafia hukum. Tapi, sayangnya, organisasi advokat saat ini tengah dirudung masalah. Gayus mengatakan penegakan kode etik oleh organisasi menjadi sia-sia karena anggota yang ditindak dengan mudah loncat pagar ke organisasi lain.

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua